PAMEKASAN, RadarMadura.id – Keteladanan hidup ulama kharismatik Madura, RKH Abd. Hamid bin RKH Itsbat, kembali dikenang dalam haul yang digelar di kompleks Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar, Pamekasan Minggu (8/3).
Ribuan santri, alumni, dan masyarakat dari berbagai daerah memadati pesantren yang berdiri di Desa Potoan Dajah, Palengaan tersebut. Yakni untuk mendoakan sosok yang dikenal sangat istiqamah dalam ibadah itu.
Pengasuh Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar, RKH Muhammad Rofi’i Baidowi menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga sohibul haul, para durriyah Bani Itsbat, kiai, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan yang hadir.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran keluarga sohibul haul RKH Abd. Hamid bin RKH Itsbat, para durriyah Bani Itsbat, para kiai dan tokoh masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah juga terlihat hadir. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Kiai Rofi’i menuturkan, keberhasilan pelaksanaan haul tidak lepas dari partisipasi semua pihak. Baik melalui doa, tenaga, maupun dukungan lainnya.
“Kami tidak bisa membalas apa-apa selain rasa terima kasih. Semoga semua kebaikan dibalas lebih sempurna oleh Allah. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelayanan maupun tempat masih terdapat kekurangan,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengisahkan keteladanan almarhum yang dikenal sangat istiqamah dalam menjalankan ibadah, terutama salat tahajud.
Menurutnya, kesaksian itu dia dengar langsung dari para santri yang pernah berkhidmat kepada almarhum RKH Abd. Hamid bin RKH Itsbat.
“Saya mendengar langsung dari santri beliau. Kiai Abd. Hamid itu kalau tahajud sangat istiqamah. Tidak hanya waktunya yang tetap, bahkan penempatan sandalnya pun selalu sama,” ungkapnya.
Tidak hanya tahajud, Kiai Abd. Hamid dikenal tidak pernah meninggalkan shalat fardhu berjemaah. Ketekunan dalam beribadah itulah yang membuat sosoknya dihormati banyak ulama.
Bahkan, sejumlah ulama di Makkah menyebutnya sebagai wali Allah. Pernyataan itu disampaikan Sayyid Alawi dan Sayyid Muhammad Al-Mughrobi.
Kiai Rofi’i juga menjelaskan bahwa RKH Abd. Hamid wafat di Makkah. Saat itu, salah satu yang mendampingi adalah putranya, Kiai Baidowi bersama Kiai Ahmad Kholid dari Sumenep.
Selain dikenal sebagai ahli ibadah, RKH Abd. Hamid bin RKH Itsbat juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Salah satu kisah yang dikenang adalah ketika beliau memerdekakan seorang budaknya bernama Basyir Al-Aswad di Makkah pada 1353 Hijriyah.
Melalui momen haul tersebut, Kiai Rofi’i berharap seluruh keluarga, santri, dan pecinta almarhum diberikan keberkahan hidup.
“Semoga kita semua menjadi orang yang husnul khatimah, istiqamah dalam ibadah, memiliki anak-anak saleh, mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW, serta kelak dapat berkumpul di sisi Allah,” doanya.
Di akhir tausiyahnya, dia juga memanjatkan doa untuk kedamaian dunia Islam, khususnya bagi kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda konflik.
“Semoga umat Islam diberikan kemenangan dan pertolongan oleh Allah SWT,” pungkasnya. (afg/bil)
Editor : Anis Billah