PAMEKASAN, RadarMadura.id – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar di Kabupaten Pamekasan cukup fantastis. Nilainya mencapai Rp 3,4 miliar. Legislatif mendorong agar PAD tersebut terserap seratus persen.
Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi mengatakan, di tengah adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, eksekutif harus bekerja lebih optimal untuk memenuhi target PAD. Sehingga pemerintah daerah lebih mandiri dan tidak bergantung pada dana transfer.
”Fasilitas harus terus ditingkatkan dan tingkat kebocoran terus ditekan dengan sistem digitalisasi. Termasuk bagaimana ekstensifikasinya, sumber lain apa yang masih memungkinkan? Itu digali,” pintanya.
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menekankan agar dinas teknis lebih ekstra dalam mengoptimalkan potensi PAD pasar.
Sehingga target yang ditentukan bisa terserap seratus persen. Jika tahun lalu PAD pasar tak capai target, hal itu harus dievaluasi.
”Target itu ditetapkan secara bersama-sama, antara eksekutif dan legislatif. Tentu eksekutif sudah memiliki langkah-langkah strategis untuk merealisasikannya. Kami di legislatif, akan mengontrol capaiannya secara berkala,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Handiko Bayuadi berkomitmen agar target PAD tersebut tercapai seratus persen. Salah satu langkahnya dengan melakukan evaluasi capaian setiap pasar.
Handiko menyatakan, pihaknya akan memetakan potensi PAD di setiap pasar. Di samping itu pihaknya juga akan fokus untuk melakukan peningkatan sarana dan prasarana sehingga pembeli dan penjual nyaman.
”Sebenarnya dengan target Rp 3,4 miliar sangat berat untuk bisa tercapai. Sebab, selain aktivitas pasar tidak setiap hari, ada juga fase naik turun. Tapi kami harus lebih fokus,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri