PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pendamping program keluarga harapan (PKH) tidak hanya bertugas memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.
Mereka juga dibebani target graduasi atau peningkatan kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat (KPM).
Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Pamekasan Lukman Hakim menyebut, setiap pendamping ditargetkan mampu menggraduasi minimal sepuluh KPM.
Dengan jumlah pendamping sebanyak 189 orang, target graduasi PKH di Pamekasan setiap tahun mencapai 1.890 KPM.
"Kalau sudah masuk graduasi, kami tetap lakukan pemantauan dan monitoring secara berkala untuk memastikan mereka tidak jatuh miskin lagi,” ujar Lukman.
Menurut dia, proses graduasi dilakukan melalui tiga skema. Pertama, graduasi mandiri, yakni KPM secara sukarela mengundurkan diri karena kondisi ekonominya sudah membaik dan tidak lagi membutuhkan bantuan. Kedua, melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).
"Dalam PPSE, KPM diberikan modal usaha dan didampingi serta dipantau selama satu tahun. Jika usaha tersebut dinilai mampu menopang perekonomian secara berkelanjutan, kepesertaan PKH dihentikan,” jelasnya.
Skema ketiga adalah graduasi alami atau sistemik. Penghentian bantuan dilakukan secara otomatis melalui sistem karena KPM tidak lagi memenuhi kriteria kepesertaan.
Misalnya, tidak memiliki lagi anak usia sekolah atau komponen kesehatan seperti lansia dan disabilitas, meski secara ekonomi masih tergolong rendah.
"Pengusulan dari masing-masing pendamping dilakukan setiap bulan, tetapi rekapitulasi dilakukan pada akhir tahun. Dari usitu akan diketahui apakah target graduasi tercapai atau tidak,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri