PAMEKASAN, RadarMadura.id - Madura United mengakhiri putaran pertama liga 1 Super League 2025/2026 dengan hasil mengecewakan.
Yakni, tumbang 03 atas PSIM Yogyakarta saat bertanding di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (16/1).
Hasil buruk tersebut membuat Madura United (MU) harus mengakhiri jeda kompetisi di peringkat ke-13 klasemen sementara.
Posisi tersebut sangat tidak aman, karena MU rentan jatuh ke zona merah.
Rentetan hasil negatif yang didapat di putran pertama membuat managamen Laskar Sape Kerrap berbenah.
Presiden klub MU Achsanul Qosasi memastikan adanya perombakan skuad di putaran kedua nanti. Khususnya di posisi pemain asing.
Kami evaluasi dengan serius. Menurut pelatih masih butuh satu lagi pemain asing di posisi lapangan tengah, ujarnya mantan anggota DPR RI tersebut.
Pemain impor yang akan didaratkan yaitu berposisi gelandang.
Yakni pesepakbola asal Brasil. AQ menyebut telah mencapai kesepakatan dengan pemain incarannya.
Kami sudah sepakat dengan pemain Brasil yang memiliki posisi di tengah.
Dia juga bisa main di beberapa posisi. Akan datang minggu depan, tambahnya.
Kehadiran gelandang anyar itu melengkapi dua rekrutan MU sebelumnya.
Yakni, Riquelme Sousa dan Junior Brandao. Artinya, MU akan memulai putaran kedua dengan tiga pemain asing baru.
Menariknya, seluruh rekrutan tersebut berasal dari Brasil, selaras dengan karakter permainan yang diinginkan pelatih Carlos Alberto Parreira.
Adaptasi cepat menjadi tuntutan utama agar dampaknya bisa langsung terasa. (afg/jup)
Editor : Amin Basiri