PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemberian makanan tambahan (PMT) lokal menjadi salah satu strategi mengatasi stunting. Oleh sebab itu, Kelompok Kerja (Pokja) 4 TP PKK Jatim melakukan peningkatan kapasitas kader dalam pembuatan PMT lokal di Pendopo Ronggosukowati, Jumat (28/11).
Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak memaparkan, stunting tidak semata karena permasalahan ekonomi yang menyebabkan keluarga tidak mampu mendapat makanan bergizi. Tetapi, juga dipengaruhi pola asuh dan kurangnya pengetahuan tentang pemicu stunting.
Salah satunya tentang PMT lokal yang mengandung banyak gizi. ”Pada dasarnya makanan bergizi sangat mudah didapat di Indonesia. Makanan dengan harga murah pun tetap memiliki kandungan gizi, seperti ikan lele atau bahkan ikan kembung mengandung omega tiga lebih tinggi dibanding salmon,” ujarnya.
Ketua Pokja 4 TP PKK Provinsi Jatim Widy Andiani menyatakan, peningkatan kapasitas kader dalam pembuatan PMT juga diikuti perwakilan TP PKK di tiga kabupaten lainnya di Madura. Para peserta diberikan pengetahuan tentang gizi dan pengolahan PMT lokal.
”Harapan kami, ada peningkatan kapasitas dan peran aktif kader PKK dalam mendampingi keluarga berisiko stunting. Yakni, melalui pemanfaatan PMT berbasis pangan lokal. Ilmu yang diperoleh juga harus dapat diterapkan di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti