PAMEKASAN, RadarMadura.id– Polemik penyegelan lahan SDN Tamberu 2 di Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, menimbulkan masalah baru.
Ratusan murid, yang terdiri dari 49 siswa dan 62 siswi, telantar tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) sejak kemarin (20/10).
Dua murid SDN Tamberu 2, Raya dan Siti Latifah, mengeluhkan tidak adanya KBM di sekolahnya. Keduanya datang ke sekolah dengan harapan bisa mengikuti pelajaran seperti biasa. Namun, mereka mendapati gerbang sekolah tersegel.
”Hari ini tidak sekolah, karena sekolahnya ditutup. Jangan tutup sekolah kami, kami ingin belajar,” ujar Raya dengan nada kecewa.
Siti menambahkan, sempat ada guru yang datang ke sekolah. Namun, belum ada kepastian kapan kegiatan belajar akan dimulai. Kedua murid itu berharap sekolah mereka kembali dibuka agar bisa belajar seperti biasanya.
”Tadi ada guru ke sini. Katanya, gurunya masih rapat di luar. Kami masih nunggu agar bisa dibuka,” ungkap Siti.
Sementara itu, Kepala SDN Tamberu 2 Angga Dyan Kristiawan enggan memberikan komentar berkenaan dengan kondisi tersebut.
Saat ditemui koran ini, dia tidak mau memberikan pernyataan apa pun berkenaan disegelnya SDN Tamberu 2 tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan, Mohamad Alwi juga belum bisa memberikan komentar. ”Sedang di jalan,” jawabnya singkat saat dihubungi koran ini.
Sekadar diketahui, penyegelan SDN Tamberu 2 sudah terjadi yang kedua kalinya setelah terjadi pada 2024 silam.
Penyegelan lembaga pendidikan ini dilakukan lantaran tidak ada titik temu antara ahli waris dan Pemkab Pamekasan terkait kepemilikan lahan. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri