Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mengenal Kepala KPPBC TMP C Madura Novian Dermawan, Punya Mimpi Besar Jadikan Madura sebagai Sentra Rokok Dunia

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 27 September 2025 | 18:11 WIB
PUNYA MIMPI BESAR: Kepala KPPBC TMC Madura Novian Dermawan saat ditemui di Kantor KPPBC TMP C Madura, Rabu (24/9). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
PUNYA MIMPI BESAR: Kepala KPPBC TMC Madura Novian Dermawan saat ditemui di Kantor KPPBC TMP C Madura, Rabu (24/9). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tiga bulan lalu, Novian Dermawan menginjakkan kakinya di Madura. Dia datang ke Pulau Garam dengan sebuah amanah baru. Yakni, memimpin Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Madura.

Dari Entikong, daerah perbatasan Kalimantan Barat yang keras dengan dinamika perlintasan barang antarnegara, Novian kini bertugas ke Tanah Tembakau yang aromanya sudah mendunia. Baginya, tugas ini bukan sekadar rotasi jabatan. Dia menyebutnya sebagai tantangan.

”Ini adalah challenge untuk pengembangan karier. Saya bersyukur diberi kesempatan dan kepercayaan pimpinan. Ini peluang untuk terus mengasah diri, terutama dalam pelayanan dan pengawasan industri tembakau,” tuturnya.

Sejak awal, dia mendapat gambaran bahwa Madura adalah salah satu produsen tembakau besar di Indonesia. Kualitasnya diakui, ditopang iklim yang istimewa. Menurut Novian, hal itu adalah keuntungan absolut yang bisa menjadi modal besar bagi masa depan.

Dia percaya, tembakau Madura tak hanya soal lokal, tapi punya potensi global. Namun, stigma rokok bodong kerap menempel pada Pulau Madura. Novian tak menampik, tapi baginya persoalan itu hanya bayangan kecil di balik cahaya besar potensi tembakau Madura.

”Rokok ilegal memang ada, tapi itu hanyalah bagian kecil dari potensi besar yang ada di Madura. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Madura bisa bertransformasi menjadi sentra produksi rokok terbesar,” ujarnya mantap.

Visinya panjang. Dari pembibitan, produksi, hingga hilirisasi rokok linting tangan, mesin, dan putih. Novian membayangkan Madura beralih dari stigma negatif menuju stigma positif. Yakni, sebagai pusat rokok modern, berkelanjutan, dan mampu menembus pasar dunia.

Novian menegaskan, Bea Cukai memiliki tiga peran vital. Yakni, mengumpulkan penerimaan negara, memberi asistensi agar industri tumbuh, serta melindungi masyarakat dari produk ilegal. Perlindungan ini tidak hanya untuk konsumen, tetapi juga bagi pabrik legal agar bisa bersaing dengan adil.

Langkah-langkah nyata sudah disiapkan. Novian ingin pabrik kecil dipermudah dalam urusan perizinan, pelayanan, dan distribusi. Bahkan, pasar luar negeri sudah dipetakan. Mulai dari Malaysia, Filipina, Timor Leste, Belanda, Polandia, hingga Timur Tengah.

GRAFIS: HARY KURNIAWAN/JPRM
GRAFIS: HARY KURNIAWAN/JPRM

”Kalau ekspor meningkat, otomatis pabrik untung. Tembakau-tembakau milik petani akan terserap lebih hanyak. Dengan begitu, pendapatan mereka juga ikut naik. Karena itu, saya berani menyebut Madura memiliki keuntungan yang absolut,” kata Novian.

Efek domino yang dibayangkan tak kecil. Dengan permintaan tinggi, harga tembakau naik, daya beli masyarakat ikut terdongkrak. Anak-anak bisa bersekolah lebih tinggi, warung sekitar pabrik ikut ramai, dan kesejahteraan membaik karena tenaga kerja terserap di industri rokok.

Dalam soal penindakan, Novian tak ingin gegabah. Edukasi, sosialisasi, dan asistensi selalu diutamakan. ”Undang-undang cukai itu fiskal. Kalau ada pelanggaran, bisa diselesaikan dengan denda agar pabrik tetap hidup dan negara tetap mendapat penerimaan. Penindakan hanya pilihan terakhir, bila semua jalan buntu,” tegasnya.

Kini, ada 273 perusahaan rokok di Madura yang sudah legal. Jumlah itu diyakini akan terus bertambah. Dengan pola pembinaan yang konsisten, Novian optimistis Madura akan dikenal bukan karena rokok bodong, melainkan sebagai episentrum rokok nasional, modern, dan mendunia. (*/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Amanah Baru #Novian Dermawan #tembakau madura #bea cukai #industri rokok #KPPBC TMP C Madura #rotasi jabatan #episentrum #langkah-langkah