Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ribuan Mahasiswa UIN Madura Ikuti PBAK, Rektor Dorong Menjadi Generasi Cendekiawan

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 28 Agustus 2025 | 13:10 WIB
DEMI GENERASI EMAS: Rektor UIN Madura dan jajarannya berfoto bersama dengan mahasiswa PBAK Senin (25/8). (UIN MADURA UNTUK JPRM)
DEMI GENERASI EMAS: Rektor UIN Madura dan jajarannya berfoto bersama dengan mahasiswa PBAK Senin (25/8). (UIN MADURA UNTUK JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kepercayaan publik terhadap Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus meningkat. Kampus tersebut menjadi jujukan utama siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Tahun ini, jumlah mahasiswa baru (maba) mencapai 1.528 orang.

Mereka tampak semangat mengikuti pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025, Senin (25/8). Kegiatan itu tidak hanya mengenalkan budaya akademik kampus, tetapi juga menanamkan etika, spiritualitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Rektor UIN Madura Saiful Hadi menyampaikan, PBAK tahun ini menjadi momentum yang sangat istimewa. Kegiatan ini merupakan yang pertama setelah perubahan status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura.

Dalam kesempatan tersebut, rektor menekankan, mahasiswa baru tidak hanya dituntut memiliki ilmu pengetahuan. Namun, juga didorong menjadi cendekiawan yang memiliki rasa empati tinggi dengan kemajuan umat dan bangsa.

”Ada basic fondasi untuk melahirkan cendekiawan dengan upaya pengembangan dan kelembagaan yang didorong spirit kurikulum cinta. Yakni, pada penekanan perilaku,” katanya kemarin (27/8).

Pada PBAK tahun ini, ada tiga hal yang menjadi penekanan pada karakter mahasiswa. Yakni, membentuk perilaku mahasiswa yang cinta kepada manusia, cinta kepada sang pencipta, dan cinta terhadap lingkungan sekitar yang dikenal dengan dinamis ekoteologi.

Saiful menyampaikan, saat ini UIN Madura sedang berusaha untuk menjadi institusi tinggi Islam yang berkonsep Taneyan Lanjang. Hal itu untuk meningkatkan pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang berintegrasi dan ada di semua disiplin ilmu.

”Yakni, ilmu umum dan lainnya yang diintegrasi dengan ilmu Islam. Harapannya, bisa diimplementasikan di kehidupan sehari-hari yang dapat mendorong perubahan peradaban agung Nusantara,” ungkapnya.

ANTUSIAS: Rektor UIN Madura Saiful Hadi saat menyampaikan sambutan pada pembukaan PBAK, Senin (25/8). (UIN MADURA UNTUK JPRM)
ANTUSIAS: Rektor UIN Madura Saiful Hadi saat menyampaikan sambutan pada pembukaan PBAK, Senin (25/8). (UIN MADURA UNTUK JPRM)

Pria asli Malang itu menyampaikan, misi tersebut diharapkan dapat dipahami oleh seluruh mahasiswa. Sebab, selain memperkuat nilai lokalitas identitas kebudayaan Madura, juga dituntut menjadi mahasiswa yang religius, kompetitif ,dan mampu berkolaborasi dengan baik.

”Tentunya dengan menjaga sikap dan perilaku yang kami sebut karakter kosmopolit. Sehingga, ini menjadi slogan untuk kebangsaan dan humanity,” paparnya.

Menurut Saiful, ribuan mahasiswa tersebut akan tersebar di 29 program studi di empat fakultas. Yakni, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, dan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. PBAK dilaksanakan bertahap, baik untuk program sarjana, program pascasarjana, dan program doktoral.

”Semoga mahasiswa PBAK dapat memahami program yang akan dilaksanakan di kampus berupa kegiatan pendidikan, pembelajaran, dan pengabdian, yang secara khusus mereka bisa berkarakter sesuai ajaran Islam,” pungkasnya. (ay/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Ilmu islam #PBAK #maba #mahasiswa #cendekiawan #UIN Madura #Rasa Empati