Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puisi-Puisi J. Akit Lampacak

A
Penulis: Amin Basiri❯
Ilustrasi Puisi J. Akit Lampacak
Ilustrasi Puisi J. Akit Lampacak

Advertisement

KEPADA AYAH

sesaat keringatmu jatuh di tanah retak
mencari akar hidup yang raib dikikis nasib
jerih merambat di tubuhmu
lebih lebat dari pohon benalu. 

cangkul yang kau pikul
saban waktu tak terhitung
selalu jadi bagian dari tubuhku
tak pernah kaku melawan waktu.

Advertisement

kau ulurkan seteguk air
ke tengah hari yang kering,
ketika warna sunyi
menyentuh alur mimpi.

musim memanas,
dan keringat mengalir
menembus nasibku yang getir.

kau terlalu kenal siang
yang merampas bayang,
keinginan yang memaksa jarak
namun di telapak tanganmu
tetap tersisa kebaikan 
yang menutup segala luka.

Advertisement

di lereng bukit,
anakmu belajar berkedip,
belajar melupakan getir
ketika jenuh menambat sauh
lorong setapak di hati padam
takdir tak mampu dibaca
oleh pijak kaki dan doa.

Solo, 2025

KASTOREH

kuncup daun 
menjulurkan lidah
menjilati kuning kemarau
yang resah di ujung sore.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Puisi Ririe Rengganis

Puisi Ririe Rengganis

Ibu selalu membawa laut di rambutnya....

Puisi-puisi Moh. Riski Kohar

Puisi-puisi Moh. Riski Kohar

Engkau bukan sekadar singgah yang lewat sepintas, Melainkan rumah tempat jiwaku melepas lelah

Puisi Joni Efendy

Puisi Joni Efendy

Tepuk tangan terdengar; satu, dua, hingga akhirnya berisik bak hujan yang turun tiba-tiba.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer