PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman dan Wabup Sukriyanto memang tidak secara resmi menetapkan target kinerja tiga bulan pertama pemerintahan.
Namun, mereka tetap menjadikan 100 hari kerja sebagai bagian tahapan dari lima tahun kepemimpinan.
Sebagai pemimpin baru, kinerja awal bisa dijadikan tolok ukur pemerintahan ke depan. Karena itu, Bupati Kholil dan Wabup Sukri berjanji untuk memaksimalkan kinerja selama memimpin Pamekasan. Janji itu tidak hanya akan ditunjukkan di awal kepemimpinan, tetapi hingga akhir periode.
Satu per satu visi dan misi pemerintahan yang dipaparkan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mulai direalisasikan.
Seperti kegiatan penataan kota, pertanian dan peternakan, pendidikan, hingga sektor kesehatan. Program-program itu rata-rata sudah berjalan di angka 70 persen.
”100 hari kerja ini hanya permulaan. Jadi starting point saja. Bukan berarti setelah ini selesai. Artinya, tetap berkelanjutan. Misal, salah satu program eco pesantren.
Yang lima pesantren hanya permulaan. Pesantren-pesantren yang lain secara bergantian dalam waktu lima tahun,” ucapnya.
Program seperti peningkatan infrastruktur dan perekonomian juga tak luput dari perhatian. Kiai Kholil berkomitmen untuk menuntaskan setiap janji-janji politik kepada masyarakat.
Dengan harapan, mereka bisa memberikan penilaian kinerja yang baik bagi bupati dan Wabup Pamekasan.
Bagi Kiai Kholil, memimpin suatu daerah adalah bagian dari pengabdian. Tentunya, pemerintah juga akan dihadapkan dengan banyak rintangan.
Namun, dia percaya bahwa kendala seperti itu bisa dilewati dengan baik. Tentu, pemerintah juga butuh dukungan penuh oleh masyarakat Pamekasan.
”Kami juga ingin memperkuat hubungan antara Pemkab Pamekasan dan masyarakat. Jika sudah ada kesamaan dalam sudut pandang, proses pembangunan akan jauh lebih mudah untuk dilakukan. Berikan kami waktu agar pemerintah bisa bekerja dengan tenang,” jelasnya. (afg/luq)
Editor : Amin Basiri