Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sapa Legislatif Bersama Anggota Komisi D DPRD Jatim Harisandi Savari; Keberadaan Jembatan Suramadu Belum Sampai pada Tujuan Awal

Hera Marylia Damayanti • Senin, 9 Juni 2025 | 15:14 WIB
GAGASAN: Harisandi Savari (kiri) saat bersama Wakabiro Pamekasan Moh. Ali Mukhsin di kegiatan podcast beberapa waktu lalu. (FAHMI JALIL/JPRM)
GAGASAN: Harisandi Savari (kiri) saat bersama Wakabiro Pamekasan Moh. Ali Mukhsin di kegiatan podcast beberapa waktu lalu. (FAHMI JALIL/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Jembatan Suramadu dibangun bukan cuma untuk mempermudah aksesibilitas. Tapi, juga untuk peningkatan perekonomian di Madura. Apakah tujuan itu sudah tercapai?

Jembatan Suramadu bukan sekadar penghubung Surabaya dan Madura. Jembatan yang kali pertama dioperasikan pada 2009 tersebut sempat menjadi harapan besar bagi mayoritas masyarakat Pulau Garam.

Sebab, diharapkan bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Madura. Adanya Jembatan Suramadu itu diyakini akan menarik minat investor untuk mengembangkan usahanya di Madura. Sehingga, akan membuka lapangan pekerjaan baru.

 Namun faktanya, setelah sekitar 16 tahun jembatan sepanjang 5.438 meter itu beroperasi, empat kabupaten di Madura masih menjadi daerah termiskin di Jawa Timur (Jatim). Kondisi itu mendapat perhatian dari anggota DPRD Harisandi Savari.

Harisandi menilai eksistensi Jembatan Suramadu belum sampai pada tujuan awal. Sebab, tidak banyak perubahan yang terjadi di Madura. Salah satunya angka kemiskinan yang masih tertinggi dibandingkan daerah lain di Jatim.

”Untuk penyelesaian masalah ini (kemiskinan) perlu dibukanya lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Salah satunya melalui investasi yang dibarengi kesiapan SDM,” ujarnya.

Masalah lain yang terjadi di Madura saat ini adalah infrastruktur. Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa Madura belum menjadi pilihan strategis bagi investor dalam mengembangkan usahanya di Pulau Garam.

”Persepsi investasi di Madura itu dinilai menakutkan. Meskipun, harapan saya, investor ini bisa melibatkan masyarakat,” ucapnya.

Efek positif hadirnya investor bisa meningkatkan kesejahtaeraan. Dengan begitu, dirinya berharap diimbangi ketersediaan SDM yang mumpuni. Baik dari sektor pendidikan, pelatihan advokasi maupun pendukung lainnya.

Meski dampaknya belum maksimal, bukan berarti Jembatan Suramadu tidak memberikan manfaat. Salah satu dampak positif yang saat ini dirasakan adalah percepatan aksesibilitas.

Kemudian, adanya peningkatan produk domestik regional bruto daerah dengan tumbuhnya pelaku UMKM di Madura. ”Masyarakat juga harus bisa berbenah karena keberadaan Suramadu berdampak, baik dari segi lapangan pekerjaan dan lainnya,” katanya.

Harisandi menambahkan, pekerjaan rumah yang saat ini perlu diselesaikan pemerintah tentang Jembatan Suramadu adalah perawatan. Agar jembatan itu bisa terus menjadi daya tarik masyarakat untuk terus datang ke Madura.

”Kami tidak hanya perjuangkan dari segi perawatan, tapi juga aspek keamanannya,” paparnya. (ay/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#investasi #tujuan awal #perekonomian #kemiskinan #investor #eksistensi #percepatan aksesibilitas #jembatan suramadu #infrastruktur