DKPP Pamekasan Siagakan Empat Dokter Hewan Sambut Idul Adha

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Sabtu, 24 Mei 2025 | 01:48 WIB
SIAP KURBAN: Pedagang memasarkan sapi di Pasar Keppo, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan, Minggu (12/1). (AYU LATIFAH/JPRM)
SIAP KURBAN: Pedagang memasarkan sapi di Pasar Keppo, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan, Minggu (12/1). (AYU LATIFAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha merangkak naik. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan melakukan pengawasan ternak secara berkala. Empat dokter hewan dikerahkan untuk memastikan kualitas ternak aman dikonsumsi.

Plt Kepala DKPP Pamekasan Indah Kurnia Sulistiorini menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan tim secara rutin menjelang Idul Adha. Hal itu untuk memastikan sapi yang akan dipotong aman, sehat, halal, dan utuh.

”Ada empat tim yang kami bentuk yang akan kami sebar di setiap puskeswan,” katanya Selasa (20/5).

Tim itu terdiri atas petugas medik veteriner dan paramedik veteriner. Kurang lebih ada 15 petugas di setiap unit pelaksana teknis (UPT) pusat kesehatan hewan (puskeswan). Yakni, UPT Pamekasan menaungi Pamekasan, Tlanakan, Proppo.

UPT Galis membawahi Galis, Kadur, dan Larangan. Kemudian, UPT Pakong mencakup Palengaan dan Pagantenan. Sedangkan UPT Waru menaungi Kecamatan Waru, Pasean, dan Batumarmar.

”Itu sudah di-launching oleh Bapak Bupati dan ada jadwalnya untuk bergerak sesuai lokasi,” tambahnya. Indah menyebutkan bahwa setiap UPT dilengkapi seorang petugas medik veteriner atau dokter hewan.

Dengan demikian, ada empat dokter hewan yang akan bergerak untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan hewan hingga Kamis (5/6).

”Sasaran mereka ke pasar hewan, peternak yang menjual hewan kurban, termasuk masjid dan musala,” ungkapnya. Tindakan pemeriksaan tersebut sebagai mitigasi pencegahan penyakit pada hewan.

Atensi yang diperketat saat ini mengenai penyakit mulut dan kuku (PMK) dan penyakit kulit berbenjol (LSD).

”Ini bentuk pelayanan garansi bahwa ternak yang disembelih itu sehat untuk dikonsumsi,” papar Indah. Pemeriksaan fisik tersebut juga berlaku pada mobilitas ternak. Ada petugas pejabat otoritas veteriner (POV) yang mengecek surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

”Khusus ini POV ada di kantor dan akan turun ke lokasi untuk memeriksa keluar masuk hewan. Khawatir rentan terbawa penyakit,” ucapnya.

Salah seorang peternak di Kelurahan Barurambat Kota, Jamaludin, menjamin sapi yang dijual sehat. Dia membutuhkan pembinaan lebih lanjut dari dinas teknis untuk program penggemukan sapi.

”Mengenai pengobatan juga karena virus PMK sebenarnya lima persen masih ada,” katanya. (ay/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
pemeriksaan kesehatan hewan idul adha petugas medik veteriner puskeswan dokter hewan