PAMEKASAN, RadarMadura.id – Proyek revitalisasi gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Pamekasan hingga saat ini belum digarap.
Padahal, kondisi atap bangunan yang terletak di Jalan Raya Panglegur, Kecamatan Tlanakan, itu bocor.
Fungsional Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan DPRKP Pamekasan A. Musthofa Anshory mengeklaim, pengerjaan peningkatan fasilitas umum tersebut sudah dalam proses perencanaan. Tender proyek fisik itu menunggu perencanaan selesai.
”Proses perencanaan sudah berjalan. Sampai saat ini (anggaran proyek tersebut) belum terdampak efisiensi. Tapi, tidak tahu selanjutnya seperti apa,” kata Anshory.
Menurut dia, molornya pengerjaan proyek senilai Rp 3 miliar itu seiring dengan adanya Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025 terkait efisiensi anggaran.
Dengan begitu, proyek fisik tidak dikerjakan terlebih dahulu. Menunggu perubahan anggaran dan belanja daerah (APBD) rampung.
”Artinya, kami juga mempertimbangkan ketersediaan anggaran. Sebab, kondisinya saat ini sedang tidak baik-baik saja. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa ditender,” tegasnya.
Kepala Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan Taufikurrachman mengaku, rehabilitasi gedung MPP sangat mendesak.
Sebab, bangunannya sudah banyak yang rusak, atapnya pun banyak bocor.
”Makanya rehab atap perlu segera dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Anggaran itu belum mencakup interior di lantai dua,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta