PAMEKASAN, RadarMadura.id – Banjir yang melanda Kabupaten Pamekasan memakan korban. Seorang bocah berusia 11 tahun asal Dusun Pao, Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, terseret arus saat bermain di selokan Selasa (13/5).
Sebelum kejadian, bocah malang bernama Mohammad Khoiri itu bermain perosotan dengan adiknya, Abdullah, 8, di selokan depan rumahnya. Kedatangan banjir bandang menyebabkan dua bocah tersebut tidak sempat melarikan diri dan terseret hingga ke hilir sungai.
Beruntung, Abdullah yang berpegangan ke ranting pohon selamat dari derasnya aliran sungai. Sementara, sang kakak, Mohammad Khoiri, terlepas dari tangan Abdullah karena tidak mampu menahan arus besar. Khoiri belum ditemukan hingga kemarin pukul 18.00.
”Setelah Abdullah selamat langsung menyampaikan ke kakak iparnya bahwa Khoiri terbawa arus,” ujar Anwar Sanusi, kerabat korban
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 itu menggemparkan warga Desa Palesangger. Upaya pencarian yang dilakukan warga bersama badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) belum membuahkan hasil.
”Informasi yang kami dapat, dua anak ini sempat diperingati oleh keluarganya sebelum jatuh ke sungai,” ujar Plt Kepala Palaksana BPBD Pamekasan Akhmad Dofir.
BPBD menerjunkan delapan personel yang dibantu TNI-Polri untuk melakukan pencairan. ”Belum ditemukan sampai saat ini. Jika tetap tidak ada hasil, akan kami lanjutkan besok (hari ini) dibantu Basarnas,” paparnya.
Kepala Desa Palesangger Taufiqurrohman membenarkan terseretnya dua bocah bersaudara tersebut. Korban terbawa arus sungai hingga Dam Samiran.
”Sebelumnya di desa kami diguyur hujan deras, jadi debit air tinggi. Sementara hasil pencarian dari tim gabungan belum membuahkan hasil,” pungkasnya. (ay/jup)
Editor : Ina Herdiyana