Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Viral Video Jembatan Ambruk di Galis Pamekasan, Ini Faktanya!

Hendriyanto • Selasa, 29 April 2025 | 23:02 WIB

HOAK: Jembatan Keppo di Desa Polagan, Galis, Pamekasan sempat diviralkan ambruk dan mengalami kemacetan pada Selasa (29/4)
HOAK: Jembatan Keppo di Desa Polagan, Galis, Pamekasan sempat diviralkan ambruk dan mengalami kemacetan pada Selasa (29/4)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kabar soal ambruknya Jembatan Pasar Keppo, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan, dipastikan hoaks. Informasi palsu itu menyebar melalui video berdurasi 27 detik yang ramai beredar di WhatsApp.

Dalam video tersebut, terlihat kemacetan lalu lintas di Jalan Nasional Pamekasan–Sumenep. Perekam bahkan mengimbau warga untuk tidak melewati Pasar Keppo karena disebut jembatannya ambruk.

“Untuk yang mau ke Sumenep, untuk tidak lewat Pasar Keppo, jembatannya ambruk,” ujar pria dalam video tersebut. Pesan itu langsung memicu kekhawatiran masyarakat yang kerap melintasi jalur tersebut.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan langsung turun ke lapangan. Mereka mengecek kondisi jembatan di Pasar Keppo sesaat setelah menerima laporan.

Baca Juga: DLH Sumenep Janji Akan Bangun Enam TPS Baru

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan Achmad Zainullah menyatakan jembatan tersebut dalam kondisi aman. Tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan atau potensi ambruk.

“Setelah dapat info, kami langsung turun. Ternyata itu tidak benar atau hoaks,” katanya menegaskan.

BPBD memastikan jembatan di jalur nasional itu masih layak dilewati semua jenis kendaraan. Tidak ada penutupan maupun pengalihan arus lalu lintas.

Zainullah menjelaskan kemacetan di video tersebut disebabkan aktivitas pasar yang padat. Utamanya karena proses bongkar muat sapi yang dilakukan pedagang.

“Karena macetnya pasar, jadi pengendara tidak perlu risau. Jembatan aman untuk dilewati,” pungkasnya.

Baca Juga: Penderita Kusta di Bangkalan Tertinggi Keempat di Jatim

Jembatan Pasar Keppo memang kerap mengalami kepadatan saat hari pasaran. Kondisi tersebut sudah menjadi hal umum setiap pekan.

Meski begitu, BPBD tetap mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kabar yang belum terverifikasi. Terlebih jika disebarkan melalui media sosial secara berantai.

Warga diharapkan melaporkan langsung ke instansi berwenang jika menemukan informasi mencurigakan. Tujuannya agar tidak terjadi kepanikan publik.

Cek fakta menjadi langkah penting di tengah maraknya kabar hoaks yang mudah menyebar. BPBD juga terus memperkuat komunikasi darurat kepada masyarakat.

Petugas akan terus siaga menangani laporan masyarakat. Termasuk mengklarifikasi isu-isu yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Pemkab Pamekasan juga meminta warga tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi palsu. Hal itu penting untuk menjaga kondusifitas daerah. (ay/dry)

 

Editor : Hendriyanto
#cek fakta #pamekasan #jembatan ambruk #bpbd #KEPPO