PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor: 100.3.4.2/55/432.012/2025.
Surat yang berisi enam poin tersebut diteken sepuluh hari setelah dilantik di Gedung Grahadi, Surabaya.
Dalam surat tersebut menginstruksikan semua pejabat agar melaksanakan salat berjemaah.
Bupati Kholil meminta seluruh instansi terkait menghentikan sementara aktivitas selama 15 menit sebelum masuk waktu azan salat saat jam dinas.
Kemudian, dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah salat berjemaah di masjid maupun musala terdekat.
”Saya ingin di lingkungan pemkab dan di instansi vertikal melaksanakan salat di awal waktu. Semua kegiatan dihentikan 15 menit sebelum azan sampai salat berjemaah selesai,” ujarnya.
Mantan bupati periode 2008–2013 itu menilai, kegiatan salat berjemaah dinilai penting untuk meningkatkan ibadah.
Dengan begitu, segala sesuatu yang menjadi tantangan dalam pemerintahan lima tahun ke depan, termasuk masalah anggaran, bisa berjalan dengan maksimal.
”Selama lima tahun (pada periode pertama) kami membuat kegiatan santunan anak yatim di 13 kecamatan secara berkala, khataman rutin di pendopo barat dan timur, dan kegiatan yang lainnya,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Kiai Kholil itu mengeklaim, saat itu semua kegiatan keagamaan berjalan lancar tanpa kendala serius. Berbagai program pemerintah juga menunjukkan tren positif.
Misalnya, peningkatan produksi pertanian yang mengalami peningkatan selama empat tahun berturut-turut.
”Saat itu Pamekasan mendapatkan penghargaan dari menteri Pertanian karena selama empat tahun hasil produksi padi meningkat di atas lima persen,” kenangnya.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Matsaratul Huda (Matsda) Panempan itu juga mengimbau para ASN untuk melakukan amalan sunnah lainnya.
Kegiatan rapat, bimtek, dan kegiatan lainnya harus disesuaikan dengan waktu salat.
”Demi kesempurnaan ibadah dan keberkahan bekerja. Sehingga, semua program-program yang dilakukan bisa barokah karena amal saleh yang kita lakukan,” tegasnya.
Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menyambut baik keputusan bupati Pamekasan tersebut.
Menurutnya, imbauan tersebut mempertegas tagline Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam.
”Tapi, bupati dan Wabup harus inovatif supaya semua program yang dicanangkan bisa berjalan maksimal. Program bagus kalau tidak berjalan akan sangat disayangkan,” pesannya. (lil/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta