PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kabupaten Pamekasan menjadi salah satu daerah penghasil garam terbesar di Madura.
Pada 2024, produksi garam di Pamekasan lebih dari 92 ribu ton. Namun, Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan belum menentukan target produksi tahun 2025.
Alasannya, hal itu bukan kewenangan Diskan Pamekasan, melainkan ranah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
”Kami belum mendapatkan informasi terkait target produksi garam di Pamekasan,” kata Kabid Perikanan Budi Daya Luthfie Asyari.
Dijelaskan, semula sempat ada wacana mengenai penetapan target produksi garam di setiap daerah. Namun, hingga saat ini wacana tersebut belum terealisasi.
Meski demikian, Luthfie mengeklaim Pemkab Pamekasan tetap berkomitmen untuk meningkatkan produksi garam.
Caranya, melalui program revitalisasi lahan tambak, penggunaan teknologi geomembran, dan perbaikan infrastruktur.
”Pendampingan tetap kami lakukan. Dengan harapan, capaian produksi garam tahun ini bisa sama seperti tahun sebelumnya. Kalau cuacanya mendukung, bisa meningkat,” ujar Luthfie.
Diskan Pamekasan juga mengajukan permohonan bantuan fasilitas tambak pada Pemprov Jatim maupun pemerintah pusat.
”Namun, usulan tersebut belum ada kabar apakah diterima atau tidak,” tuturnya. (lil/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia