Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Antusiasme Tinggi! Jumlah Santri Pondok Pesantren Nahdhatut Ta’limiyah Karang Anyar Pamekasan Capai Ribuan dalam Hitungan Bulan

Achmad Andrian F • Sabtu, 15 Maret 2025 | 16:45 WIB

 

TEKUN: Santri Ponpes Nahdhatut Ta’limiyah Karang Anyar sedang membaca kitab kuning, Kamis (6/3). (PONPES NAHDHATUT TA
TEKUN: Santri Ponpes Nahdhatut Ta’limiyah Karang Anyar sedang membaca kitab kuning, Kamis (6/3). (PONPES NAHDHATUT TA
 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Koran ini berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdhatut Ta’limiyah Karang Anyar, Kamis (6/3).

Lembaga pendidikan yang berlokasi di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, itu dipenuhi jemaah. Mereka sedang mengikuti kajian di pesantren tersebut.

Selang 15 menit, Pengasuh Ponpes Nahdhatut Ta’limiyah Karang Anyar KH Musleh Adnan mengakhiri kajian dengan Alfatihah.

Lalu, penceramah kondang itu menyambut para tamu yang sedang menunggu di ruang tamu. Dengan santai, Kiai Musleh menceritakan tentang pesantrennya.

Baca Juga: Perselisihan Tak Kunjung Selesai, PT Budiono Bangun Persada Siap Adu Data dengan Perhutani

”Pesantren ini tidak memiliki sejarah khusus. Saat corona (Covid-19), ada wali santri ingin memondokkan anaknya di sini,” kenangnya.

Saa itu, ada 30 santri dari Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, yang belajar di pesantren.

Seiring berjalannya waktu, minat masyarakat untuk memondokkan anaknya semakin banyak. Akhirnya pada 2020, Kiai Musleh memutuskan mendirikan pesantren.

KARISMATIK: KH Musleh Adnan saat ditemui di Ponpes Nahdhatut Ta’limiyah Karang Anyar, Desa Plakpak, Kecamatan Pagantenan, Kamis (6/3).  (AYU LATIFAH/JPRM)
KARISMATIK: KH Musleh Adnan saat ditemui di Ponpes Nahdhatut Ta’limiyah Karang Anyar, Desa Plakpak, Kecamatan Pagantenan, Kamis (6/3). (AYU LATIFAH/JPRM)

”Setelah itu, pendirian pesantren saya ajukan ke Kemenag. Santri terus bertambah menjadi ribuan,” ucapnya.  

Meskipun terbilang baru, jumlah santri bertambah signifikan. Dalam enam tahun, jumlah santri yang bermukim mencapai 2.250 orang. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Indonesia seperti Papua, Jambi, dan Kalimantan.

”Saya tidak paham mereka tahu pesantren ini dari mana. Yang jelas, saya tidak menyebarkan brosur penerimaan santri,” tuturnya.

Saat awal berdiri, santri tetap bisa mengeyam pendidikan formal. Kiai Muhleh menyekolahkan santrinya ke lembaga milik mertuanya.  Yakni, Yayasan Al-Ghazali di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan.

”Alhamdulillah, sekarang kami sudah mendirikan sekolah MA. Juga kami telah memiliki madrasah tsanawiyah (MTs) dan SMK,” paparnya.

Pesantren yang diasuh langsung Kiai Musleh terus berkembang. Saat ini tahap pembangunan sarana-prasarana pendidikan belum tuntas semua. ”Insyaallah dua tahun lagi semuanya akan lengkap,” terangnya.   

Baca Juga: Kalender Event Perpustakaan di Pamekasan Terancam Gagal

Pesantren tersebut tidak hanya mendidik santri. Namun, juga rutin menggelar pengajian fikih tasawuf dan istighotsah yang diikuti masyarakat umum.

Kegiatan ini berlangsung sebelum pesantren berdiri. Pesertanya ada yang dari Malang, Jember, dan daerah lainnya.

”Alhamdulillah, yang ikut ribuan jemaah. Bahkan, pengajian subuhnya setiap hari ada dari Ganding, Sumenep,” pungkasnya. (ay/bil)

Editor : Achmad Andrian F
#pondok pesantren #pamekasan #santri