Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kasus Kekerasan pada Anak Perempuan Meningkat di Pamekasan

Ina Herdiyana • Sabtu, 25 Januari 2025 | 14:00 WIB

 

GRAFIS (SIGIT AP/JPRM)
GRAFIS (SIGIT AP/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kasus kekerasan yang membelit anak dan perempuan di Kabupaten Pamekasan masih marak.

Bahkan, pada 2023 dan 2024, kasus kekerasan yang melibatkan anak perempuan lebih banyak ketimbang kasus yang menyasar anak laki-laki (selengkapnya baca grafis).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pamekasan Munapik menyampaikan, secara keseluruhan, kasus kekerasan yang melibatkan anak dan perempuan pada 2024 menurun dibandingkan 2023. ”Tapi pada kasus tertentu meningkat,” katanya.

Berdasar laporan yang diterima DP3AP2KB pada 2023, kasus kekerasan yang melibatkan anak dan perempuan sebanyak 61 perkara. Sedangkan jumlah kasus serupa pada 2024 turun menjadi 33 kasus.

”Untuk kasus yang melibatkan perempuan dan anak laki-laki memang turun. Namun, perkara yang melibatkan anak perempuan justru naik,” tambahnya.

Dia menjelaskan, sebagian besar puluhan orang tersebut menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan fisik.

”Kasus ini terjadi karena para pelaku tidak memahami hak-hak pada perempuan dan anak (laki-laki dan perempuan),” ungkap Munapik.

Menurut dia, institusinya terus berupaya menekan kasus kekerasan pada anak dan perempuan.

Salah satu cara yang dilakukan dengan mengoptimalkan sosialisasi akan dampak dari perbuatan amoral.

Selain itu, memberikan konseling kepada para korban. ”Sebab, setiap anak berhak memperoleh keamanan dan kenyamanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Duta Genre Pamekasan Azzahrah Rindu Illahi mengecam pelaku kekerasan pada perempuan dan anak.

Dia mengatakan, perlindungan kepada anak dan perempuan adalah kewajiban semua pihak. ”Perempuan dan anak harus terhindar dari berbagai macam bahaya. Kami (Duta Genre) akan turut andil memberikan edukasi kepada publik,” tegasnya. (ay/yan)

Editor : Ina Herdiyana
#kekerasan #meningkat #kasus #anak perempuan