PAMEKASAN, RadarMadura.id – Warga yang melewati jalan Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, harus hati-hati.
Sebab, akses jalan utama menuju Desa Bujur Barat tersebut longsor. Jalan yang ambles hampir setengah badan jalan.
Akses jalan Pegantenan-Bujur Barat yang rusak tersebut rencananya akan direhabilitasi tahun ini.
Hanya, proyek yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan itu belum dikerjakan.
Informasinya, volume ruas jalan yang akan diperbaiki mengalami perubahan.
Kepala Dinas PUPR Pamekasan Amin Jabir mengatakan, rekonstruksi jalan tahun ini terbagi beberapa titik.
Di antaranya Jalan Bajur–Sana Laok yang saat ini berjalan di bawah 50 persen.
Dan, Jalan Pegantenan–Bujur Barat yang hingga kini belum dikerjakan.
”Sumber anggaran untuk dua proyek tersebut berbeda. Proyek di Jalan Bajur-Sana Laok bersumber dari DAK dan Jalan Pegantenan–Bujur Barat bersumber dari DAU,” katanya.
Proyek rehabilitasi Jalan Pegantenan–Bujur Barat senilai Rp 200 juta belum dikerjakan karena saat ini masih dalam tahap perencanaan.
Perbaikan jalan juga belum dilakukan karena ada perubahan perencanaan. ”Dalam waktu dekat akan kami kerjakan,” tambahnya.
Baca Juga: Revitalisasi Taman Gladak Anyar Gagal, DLH Pamekasan Beralasan Ada Refocusing Anggaran
Amin memaparkan, perubahan perencanaan tersebut karena mempertimbangkan kondisi dan kerusakan jalan.
Semula tingkat kerusakan jalan terkategori ringan, kini terkategori rusak berat karena makin ambles.
”Jalan dengan lebar sekitar 3,5 meter itu kini makin ambles, kedalamannya mencapai 20 sentimeter. Rencana awal memperbaiki jalan sepanjang 30 meter. Tapi, sekarang paling 15–20 meter. Sebab, kami mau fokus memperbaiki jalan yang ambles,” ungkapnya.
Sementara itu, warga Desa Ambender, Kecamatan Pegantenan, M. Jamil Amrullah menyampaikan, kerusakan jalan sudah cukup lama.
Ironisnya, kerusakan itu tidak kunjung diperbaiki. ”Kalau yang ngambil foto jalan ini banyak. Tapi, tidak kunjung diperbaiki,” ucapnya.
Diterangkan, kondisi jalan yang sedikit curam itu membahayakan pengguna jalan. Bahkan, di sekitar lokasi tidak jarang terjadi tabrakan.
”Di sini rawan. Arus lalu lintas cukup ramai karena jalan utama. Semoga segera diperbaiki,” harapnya. (ay/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti