PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program pengadaan bibit tanaman yang melekat di DKPP Pamekasan belum direalisasikan.
Hingga triwulan ketiga, DKPP Pamekasan belum membelanjakan anggaran ratusan juta itu.
Plt Kepala DKPP Pamekasan Nolo Garjito melalui Kabid Produksi Pertanian Andi Ali Syahbana membenarkan bahwa hingga saat ini anggaran tersebut belum dibelanjakan.
Alasannya, saat ini lahan pertanian masih ditanami tembakau.
”Anggarannya kurang lebih Rp 500 juta. Itu terbagi dalam lima paket pengadaan. Bibitnya berupa bibit bawang, cabai, dan buah-buahan,” katanya saat dihubungi JPRM.
Andi memastikan proses pengadaan bibit yang dibiayai dari APBD itu akan direalisasikan pada September. ”Untuk pendistribusian setelah panen tembakau,” tuturnya.
Dijelaskan, bantuan bibit tanaman tersebut akan disalurkan langsung kepada poktan. Langkah itu bagian dari upaya untuk mengembangkan komoditas unggulan di Pamekasan.
”Setelah dilakukan survei, penyalurannya nanti sesuai dengan komoditas unggulan di masing-masing wilayah,” ujarnya.
”Sehingga, bisa dikembangkan secara bersama-sama atau kelompok,” imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Ismail A. Rahim minta supaya DKPP tidak lagi menunda rencana pengadaan bibit.
Selain itu, menekankan agar proses penyaluran bantuan tepat sasaran.
”Usahakan setelah penyaluran, poktan penerima juga dibina, biar tidak terkesan lepas tangan. Sehingga, bantuannya tidak sia-sia,” pungkasnya. (c3/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia