PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan tahun ini dibebani target produksi perikanan tangkap sebesar 21.116,43 ton.
Namun, hingga saat ini, yang tercapai 5.652,43 ton.
Kepala Diskan Pamekasan Abdul Fata melalui Kabid Perikanan Tangkap Mohammad Djufri Effendi mengatakan, salah satu pemicu capaian produksi perikanan tangkap belum optimal adalah maraknya penggunaan alat penangkap ikan (API) ilegal.
”Tapi, kami optimistis bisa tercapai. Apalagi, sudah melakukan sosialisasi penggunaan API legal kepada nelayan,” katanya.
Menurut Djufri, Diskan Pamekasan akan melakukan langkah-langkah agar bisa mencapai target.
Juga, akan rutin melakukan pemberdayaan kepada nelayan.
”Ada beberapa wilayah yang paling banyak menghasilkan produksi perikanan tangkap. Di antaranya, Kecamatan Tlanakan, Pademawu, dan Pasean. Paling banyak menangkap ikan tongkol dan ikan layang,” ucap Djufri.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam mengatakan, pembinaan kepada nelayan harus lebih diintensifkan.
Sosialisasi penggunaan API tidak ramah lingkungan juga harus lebih dimasifkan.
”Intinya, tetap kejar target, tapi juga harus gencar melakukan sosialisasi. Harus sama-sama jalan agar tidak berat sebelah,” tandasnya. (ail/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti