PAMEKASAN, RadarMadura.id – Musim kemarau disambut baik oleh petani tembakau dan pengusaha rokok di Kabupaten Pamekasan.
Guna memaksimalkan produksi, mereka mulai menanam si daun emas tersebut.
Tahun ini CV Jawara Internasional Djaya tidak hanya fokus dalam produksi rokok.
Perusahaan yang berlokasi di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, itu juga melakukan penananam tembakau dengan luas lahan mencapai tujuh hektare.
Hal itu disampaikan langsung oleh Owner CV Jawara Internasional Djaya Marsuto Alfianto Kamis (30/5).
Menurut dia, lahan tembakau miliknya mendapat treatment (perlakuan) khusus. Pemupukan dan penanganan hama ditangani secara profesional oleh ahli di bidang pertanian.
Pengusaha yang juga berprofesi sebagai advokat tersebut menerangkan, bibit yang digunakan yaitu tembakau jenis malate tumpang.
Sebab, jarak antar daun lebih rapat, daunnya lebih lebar, dan pohonnya tinggi, sehingga hasilnya dipastikan juga lebih banyak.
Tembakau jenis tersebut cocok untuk lahan sawah atau dataran rendah.
”Untuk bibit kami tidak menyemai sendiri, tapi membeli kepada petani lokal, yakni di Kecamatan Larangan,” katanya.
Menurut dia, lahan tersebut akan difungsikan secara maksimal. Setelah usia tembakau mencapai 30–40 hari, akan ditanami tanaman lain.
Seperti terong, cabai, tomat, dan lainnya. Berdasarkan hasil kajian timnya, tanaman tersebut tidak akan mengganggu tanaman utama.
Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, di Kabupaten Pamekasan, produksi tembakau tersebar secara merata di 13 kecamatan. Total luas tanam pada 2023 mencapai 22.304 hektare (ha).
Tahun 2023, Kecamatan Pademawu dan Palengaan menjadi daerah paling banyak ditanami tembakau.
Yakni, luas masing-masing 3.465 ha dan 2.394 ha. Kemudian, Kecamatan Waru dengan luas tanam 2.350 ha.
Pemerintah memprediksi, potensi lahan yang bisa ditanami tembakau seluas 27.000 ha. Hal itu dipengaruhi harga tembakau pada 2023 yang berpihak kepada petani.
Puncak masa tanam tembakau berkisar akhir Juni hingga awal Juli 2024. Sementara panen tembakau di Kota Gerbang Salam diperkirakan terjadi pada September 2024. (afg/han)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti