PAMEKASAN, RadarMadura.id – Anggaran yang dikelola pemerintah sangat besar. Namun, tidak sedikit pula yang dialokasikan untuk biaya kebutuhan pemerintah sendiri.
Seperti alat tulis kantor (ATK), perjalanan dinas (perdin), makanan dan minuman (mamin), serta program lain.
Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pamekasan menganggarkan mamin Rp 331.728.300.
Anggaran tersebut terbagi dari beberapa kegiatan berkaitan dengan aktivitas di lapangan pada 2024 ini (lihat grafis).
Kepala Satpol PP dan Damkar Pamekasan M. Yusuf Wibiseno tidak memungkiri anggaran mamin itu.
Di antara kegiatan tersebut yakni sosialisasi cukai yang diikuti oleh beberapa pihak. Seperti dari polres, bea cukai, kejaksaan, dan sebagainya.
”Ada juga perihal aksi oleh masyarakat umum atau mahasiswa. Kegiatan itu pasti setiap tahun ada. Lalu, penertiban PKL sebagainya,” katanya.
Yusuf mengungkapkan, pengadaan mamin dilakukan secara langsung dan e-purchasing atau e-catalog.
Pengadaan langsung meliputi segala hal yang berkaitan dengan sosialisasi cukai. Sedangkan yang melalui e-catalog untuk kegiatan unjuk rasa, penertiban PKL, dan sebagainya.
”Iya untuk e-purchasing itu OPD milih di e-catalog, baik dari katering atau rumah makan yang perizinan dan lain-lainnya jelas. Tapi yang mencapai Rp 90 juta memang kegiatan sosialisasi cukai,” ucap Yusuf.
Dia tidak memungkiri untuk anggaran mamin aktivitas lapangan tersebut bisa mencapai ratusan juta.
Sebab, banyaknya anggota dan petugas yang terlibat. ”Insyaallah sudah sesuai, dan tidak terkesan buang-buang anggaran,” tandasnya. (ail/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta