PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kesehatan hewan ternak menjadi perhatian pemerintah. Setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk pengadaan obat.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan mendapatkan anggaran Rp 75 juta untuk pengadaan obat-obatan ternak tahun ini.
Plt Kepala DKPP Pamekasan Nolo Garjito mengatakan, anggaran tahun ini naik apabila dibandingkan dengan 2023 yang hanya Rp 49 juta.
Jenis obatan-obatan yang akan dibeli sama dengan 2023. Hanya vitamin dan analgesik.
”Tidak apa-apa karena nantinya kami juga biasanya dapat dari Pemprov Jatim, malah lebih lengkap yang dari sana,” katanya.
Baca Juga: Alhamdulillah, Jalan Adirasa, Sumenep, Kembali Mulus Setelah Telan Anggaran Belasan Miliar
Menurut dia, apabila hanya mengandalkan Pemkab Pamekasan, pihaknya akan selalu merasa kurang untuk pengadaan obat-obatan.
Dengan itu, DKPP Pamekasan menunggu bantuan pengadaan dari Pemprov Jatim.
Anggaran puluhan juta itu akan dibelanjakan 85 botol vitamin dan 10 botol analgesik. Namun, obat-obatan tersebut tidak langsung didistribusikan kepada peternak.
DKPP Pamekasan menunggu laporan dari para peternak apabila ditemukan hewan ternaknya ada gangguan kesehatan.
Secara teknis, mereka mengajukan. Apabila disetujui, obat-obatan tersebut akan disalurkan.
”Kalau ada gangguan kesehatan terhadap hewan ternaknya, para peternak bisa segera melapor ke kami,” ucap Nolo.
Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Ali menyampaikan, kenaikan anggaran belanja obat-obatan hewan ternak diharapkan sesuai kebutuhan.
Dengan begitu, dana tersebut tidak sia-sia apabila peruntukan kepada para peternak sudah benar.
Baca Juga: Usai Kirim Logistik Pemilu ke Karamian, Sumenep, Pelayaran Kapal Sabuk Nusantara 92 Tersendat
”Biasanya yang dipakai itu apa saja oleh para peternak. Bisa ditanyakan langsung dengan sering melakukan sosialisasi ke bawah,” katanya. (ail/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta