PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar merupakan kebutuhan utama bagi nelayan.
Pemerintah berkewajiban memenuhi dan memastikan kuota sesuai dengan kebutuhan mereka.
Tahun 2023, kuota BBM solar bersubsidi untuk nelayan di Pamekasan hanya berkisar 11.000 kiloliter dari jatah 32.858 kiloliter.
Tetapi, untuk 2024 ini, pemerintah belum mengumumkan berapa BBM solar subsidi yang dialokasikan untuk mereka.
Kepala Bagian Perekonomian Setkab Pamekasan Bahtiar Effendy mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi dari PT Pertamina (Persero).
Secepatnya akan berkoordinasi untuk mendapat kejelasan.
”Besok (hari ini, Red), rencananya kami memang mau ke sana, ketemu dengan pihak PT Pertamina,” kata dia kepada JPRM Minggu (28/1).
Dia mengungkapkan, kuota yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
Hanya tidak berani menyebut angka pastinya karena mengaku tidak hafal.
”Yang jelas hampir sama. Kami selalu berupaya untuk mendapat kuota yang seimbang dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, tidak hanya soal kuota yang harus dipastikan pemkab.
Tetapi, penyaluran di lapangan jangan sampai terjadi penyimpangan.
Dia tidak ingin nelayan merasa kesulitan karena terjadi kelangkaan solar seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya. Sebab, itu akan menghambat laju perekonomian para nelayan.
”Kita ingin produksi dari hasil laut kita melimpah, makanya harus dipastikan nelayan tidak kesulitan mendapat solar,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Ismail menjelaskan, nelayan juga kerap mengeluh tentang proses untuk mendapat BBM solar bersubsidi.
Hal itu tidak lepas diberlakukannya Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penerbitan Surat Rekomendasi untuk Pembelian JBT dan JBKP.
”Nelayan merasa kesulitan karena harus dapat rekomendasi dulu. Nah, ini tentu menjadi PR bagi kami untuk mencari solusi agar mereka tetap melaksanakan aktivitas melaut,” jelasnya. (di/han)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti