Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jatah Kian Menyusut, DKPP Pamekasan Tetapkan Alokasi Pupuk Subsidi Per Kecamatan

Fatmasari Margaretta • Kamis, 18 Januari 2024 | 15:53 WIB

MASA TANAM: Para petani menggarap sawah di Desa Bettet, Kecamatan Pamekasan, Rabu (17/1). (MOH. JUNAIDI/JPRM)
MASA TANAM: Para petani menggarap sawah di Desa Bettet, Kecamatan Pamekasan, Rabu (17/1). (MOH. JUNAIDI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Jatah pupuk bersubsidi tahun 2024 untuk petani di Kabupaten Pamekasan menyusut. Pasalnya, hanya mendapat 25.101 ton (lihat grafis). Padahal, kebutuhan petani cukup besar.

Grafis oleh Sigit JPRM
Grafis oleh Sigit JPRM

Penyusutan pupuk bersubsidi tersebut hampir mencapai separo atau 50 persen dari jatah tahun sebelumnya.

Perinciannya, pupuk bersubsidi tahun 2023 sebanyak 24.777 ton pupuk urea dan 18.222 ton NPK.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Nolo Garjito mengatakan, institusinya sudah menetapkan alokasi pupuk subsidi per kecamatan. Pembagian itu berdasarkan luas lahan.

”Memang berkurang dari tahun sebelumnya. Kebijakan itu dari pusat, kami hanya mengajukan,” katanya pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Baca Juga: KPK Periksa Oknum Kepala Desa  di Ruangan Satreskrim Polres Sumenep

Akan tetapi, menurut Nolo, tidak menutup kemungkinan nanti akan ada penambahan. Sebab, informasi yang diterimanya, Kementerian Pertanian (Kementan) akan menambah alokasi pupuk.

”Tapi, saya belum menerima surat resminya,” ucapnya.

Nolo tidak memungkiri, pupuk yang dibutuhkan petani Pamekasan lumayan besar. Karena itu, tambahan pupuk bersubsidi sangat diharapkan oleh pemerintah daerah, terutama petani.

”Memang jatah pupuk bersubsidi yang kita dapat jauh dari usulan. Saat ini kami masih menunggu apakah ada penambahan atau tidak,” ucapnya.

Baca Juga: Kembangkan Kemampuan Menulis, SMK Al-Waritsin Pamekasan Antusias Belajar Jurnalistik Bersama Jawa Pos Radar Madura

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Ismail A. Rahim mengatakan, problem yang dihadapi petani setiap tahun salah satunya keterbatasan jumlah pupuk bersubsidi. Hal itu pasti memberi dampak dalam proses produksi.

Selain memastikan penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran, dia juga menyiapkan langkah-langkah konkret untuk memenuhi kekurangan pupuk. Sebab, permintaan petani sangat tinggi.

”Nah, dengan kekurangan itu, silakan tetapkan langkah yang akan diambil pemerintah, harus konkret. Sehingga, kebutuhan pupuk bersubsidi bisa teratasi,” tandasnya. (di/yan)

Editor : Fatmasari Margaretta
#lahan #pupuk subsidi #Alokasi #Petani #npk #kementan #urea