PAMEKASAN, RadarMadura.id – Aktivis yang tergabung dalam Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan demo ke kantor Pemkab Pamekasan. Mereka mengkritisi permasalahan pupuk bersubsidi yang dari tahun ke tahun tak kunjung terselesaikan.
Ketua PC PMII Pamekasan Homaidi mengatakan, kelangkaan pupuk, penjualan pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET), dan permasalahan pupuk setiap tahun dialami para petani. Karena itu, PMII mempertanyakan permasalahan tersebut dan minta Pemkab Pamekasan mencarikan solusi terbaik.
”Banyak aspirasi yang kami tampung dari petani. Ada juga warga yang melapor bahwa penebusan pupuk harus bayar di awal sebelum barang diterima. Jika tidak bayar di depan, pupuk akan dijual kepada petani lain,” katanya.
Homaidi juga mengaku menerima aduan dari warga perihal dugaan penyaluran pupuk subsidi kepada kelompok tani (poktan) tidak sesuai elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). ”Ada beberapa laporan yang disampaikan warga kepada PMII terkait sulitnya mendapatkan pupuk subsidi,” ungkapnya.
PMII Pamekasan menuntut Pemkab Pamekasan untuk segera mengevaluasi kinerja Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3). Pemkab juga harus meningkatkan pengawasan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi. Juga, mengevaluasi e-RDKK di setiap kecamatan serta mengevaluasi pengiriman pupuk bersubsidi dari distributor ke pengecer dan petani.
”Kami juga minta pemkab mendesak KP3 untuk segera menindak distributor dan kios yang menjual pupuk di atas HET. KP3 harus segera menindak distributor yang terbukti mengirim pupuk tidak sesuai dengan e-RDKK,” pinta Homaidi.
PMII Pamekasan juga minta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan untuk menerbitkan rekomendasi kepada PT Pupuk Indonesia (PI) untuk mencabut izin distributor yang terbukti melanggar penyaluran pupuk. Juga, temuan dugaan penjualan pupuk ke luar Pamekasan serta adanya distributor yang asal tunjuk dalam menunjuk kios.
”Semua itu harus disapu bersih demi kesejahteraan petani,” tegas mahasiswa Universitas Madura (Unira) itu.
Menanggapi hal tersebut, Pj Sekkab Pamekasan Ach. Faisol mengapresiasi temuan PMII perihal permasalahan pupuk bersubsidi di Pamekasan. Dia juga mengeklaim memiliki data yang harus sama-sama dipadupadankan dengan temuan pedemo. “Kita sama-sama cari solusi,” katanya.
Faisol menyampaikan, pihaknya akan berikhtiar mengubah kinerja semua pihak yang terlibat dalam pendistribusian pupuk bersubsidi. ”Setiap tahun kami selalu menyimak permasalahan pupuk ini. Pemicu persoalan ada beberapa faktor. Misalnya, perubahan sistem di e-RDKK dan lainnya. Ke depan, kami akan mengadakan rapat perihal kinerja KP3,” janjinya. (ail/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti