PAMEKASAN, RadarMadura.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Pamekasan merayakan hari jadi BPJS Ketenagakerjaan yang ke-46 tahun.
BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pamekasan untuk penyaluran uang kehormatan kepada imam masjid dan santunan kematian kepada guru ngaji di Pamekasan.
Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan Anita Ardhiana mengatakan, imam masjid dan guru ngaji menjadi pekerja mandiri yang juga berhak menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Apabila meninggal dalam keadaan sakit maka akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp 42 juta.
"Dan kita kasih ke ahli warisnya," ucapnya.
DMI Pamekasan juga sudah mendaftarkan para pengurusnya ke BPJS Ketenagakerjaan dengan premi sebesar Rp 16.800. Dia juga menyampaikan, dalam pendaftaran kali ini memang dilakukan secara bertahap bagi para imam masjid dan guru ngaji.
Anita mengungkapkan, ada 3.900 guru ngaji di Pamekasan dan Pemkab Pamekasan mendaftarkan para guru ngaji tersebut untuk kepesertaannya di BPJS Ketenagakerjaan. Sejak akhir tahun 2022 hingga November 2023 sudah ada 15 guru ngaji yang meninggal dunia.
"Dan alhamdulilah nominal yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan yang diambil dari iuran tiap bulan, itu lebih banyak yang diberikan," jelas Anita.
Dengan itu, BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan memberikan secara simbolis untuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Pamekasan.
"Dengan harapan semua imam masjid dan guru ngaji di Pamekasan bisa mendaftarkan diri di BPJS Ketenagakerjaan," tukasnya. (ail/par)
Editor : Hendriyanto