PAMEKASAN, RadarMadura.id – Penyusunan kajian detail engineering design (DED) revitalisasi taman Monumen Arek Lancor gagal. Sebab, anggaran Rp 100 juta untuk membayar jasa konsultan di-refocusing. Eksekusi pekerjaan diperkirakan juga lompat tahun.
Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Pamekasan telah mengalokasikan anggaran jasa konsultan. Juga, menjalin kesepakatan dengan pelaksana jasa dari Institusi Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Program prioritas Bupati Baddrut Tamam itu akan mengubah tatanan kota. Misalnya, pavingisasi, tatanan taman, hiasan lampu taman, dan lain-lain terpaksa ditunda. Sebab, program dinas lingkungan hidup (DLH) itu masih menunggu penganggaran tahun selanjutnya.
”Karena di-refocusing, masterplan belum bisa dikerjakan. Nunggu penganggaran kembali, yang jelas tahun depan,” jelas Kabid Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan (PSIK) Bapperida Pamekasan Ach. Rofik. ”Jika tidak bisa tahun ini, maka akan kami usulkan tahun depan. Dengan begitu, pelaksanaannya bisa saja pada tahun selanjutnya (2025),” imbuhnya.
Kepala DLH Pamekasan Supriyanto menyampaikan, pihaknya memasrahkan perencanaan pada bapperida. Begitu juga pelaksanaannya, pihaknya akan menyesuaikan dengan hasil perencanaan. Terlebih, pembahasan anggaran 2024 belum final. ”Arah perencanaan semua ke bapperida. Eksekusi pelaksanaannya insyaallah sama,” tuturnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana