PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura - Persebaran Covid-19 di Jawa Timur melandai. Pemerintah memberikan kelonggaran terhadap aktivitas masyarakat. Bahkan, wisata Gunung Bromo mulai dibuka untuk wisatawan.
Pada Sabtu (18/9) lalu, perusahaan travel Enka Wisata Madura membawa rombongan ke Gunung Bromo. Total wisatawan yang diangkut sebanyak 47 orang asal Madura dan Pasuruan.
Direktur PT Enka Wisata Madura Novie Kamalia mengatakan, selama dua tahun industri pariwisata fakum. Tingginya angka pasien positif Covid-19 menjadi dasar pemerintah menutup seluruh destinasi wisata.
Kondisi tersebut sangat mencekik ekonomi pelaku wisata. Namun, mereka tidak bisa berbuat banyak karena kondisi pandemi memang mencekam. "Semua pelaku industri pariwisata, mulai travel, hotel, restoran dan lainnya terkena dampak," katanya.
Saat sekarang, persebaran virus menular itu mulai landai. Bahkan, level PPKM di Jawa Timur berada di level terendah. Dengan demikian, aktivitas masyarakat mulai dilonggarkan.
Wisata Gunung Bromo sudah mulai dikunjungi. Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan oleh Enka Wisata membawa rombongan ke destinasi wisata tersebut. "Dibukanya kembali Gunung Bromo untuk wisatawan adalah awal kebangkitan industri pariwisata," katanya.
Novie menyampaikan, masyarakat sangat antusias menyambut kebangkitan pariwisata. Terbukti, saat diumumkan open trip, peserta langsung membeludak. Perempuan bergelar doktor itu berharap persebaran Covid-19 terus melandai sehingga seluruh aktivitas kembali normal.
Sari Purwati, salah satu wisatawan yang ikut rombongan Enka Wisata Madura itu mengaku sangat senang. Sebab, sejak dua tahun terakhir dia tidak bisa menikmati berwisata dengan suasana ramai seperti biasa.
Dengan demikian, ketika ada open trip, Sari langsung mendaftarkan diri. Dia menikmati keindahan Gunung Bromo bersama anak dan saudaranya. "Senang sekali bisa berwisata lagi, semoga benar-benar kembali normal seperti sebelum Covid-19 mewabah," kata perempuan penyuka sastra itu.
Editor : Prengki Wirananda