PAMEKASAN – Perilaku vandalisme di Kabupaten Pamekasan mulai mewabah. Beberapa sudut kota Gerbang Salam mulai diwarnai dengan coretan cat semprot khas vandal. Hal ini mulai meresahkan warga karena dinilai merusak properti mereka.
Seperti yang disampaikan oleh Baihaki, 41, warga Kelurahan Bugih, Kota Pamekasan. Menurut dia, beberapa waktu terakhir mulai muncul tulisan-tulisan dari cat semprot di dinding-dinding pagar rumah di sekitar tempat tinggalnya.
Bahkan, hal ini sudah menjadi pembahasan warga sekitar. ”Kami takutnya nanti tambah banyak. Mending kalau sekalian digambar bagus, mungkin warga ada yang mau, tapi kadang cuma dicoret ditulisi ”toger-toger” apa begitu, itu sangat mengganggu,” katanya kemarin (14/5).
Warga sekitar juga mulai resah dengan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Sebab, selain sering dijadikan tempat kumpul para pemuda, lokasi sekitar tempat tinggalnya termasuk Jalan Kabupaten, juga sering dijadikan tempat balap liar.
”Sering kalau malam itu, ada anak-anak kumpul di pinggir jalan. Kita kan nggak tahu mereka niatnya baik atau buruk. Jadi ya kadang khawatir juga,” jelasnya.
Selain itu, dia juga menilai perilaku vandalisme tersebut merugikan warga karena merusak properti. Untuk itu, dia meminta kepada pihak yang berwenang untuk mengatasi permasalahan ini.
”Kalau bisa mungkin jangan langsung ditangkap. Biasanya anak-anak yang suka gambar vandal itu suka seni. Jadi, beri mereka ruang untuk berekspresi di tempat lain. Baru kalau memang tidak bisa dibina, ya ditangkap saja,” pungkasnya.
Editor : Abdul Basri