RadarMadura.id - Kacamata pintar Ray-Ban Meta Next-Gen menjadi salah satu perangkat AI yang sedang ramai diperbincangkan di Indonesia.
Produk ini mulai banyak ditemukan di marketplace lokal dengan harga berkisar antara Rp7,4 juta hingga Rp12,4 juta.
Meski belum masuk melalui jalur resmi, minat konsumen terhadap perangkat ini terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Daya tarik utamanya terletak pada kemampuan menerjemahkan percakapan bahasa asing secara langsung melalui kecerdasan buatan.
Sebagai informasi, harga resmi global Ray-Ban Meta sebenarnya dimulai dari sekitar USD 299 atau setara Rp4 jutaan hingga Rp5 jutaan.
Namun konsumen Indonesia harus membayar lebih mahal karena produk yang beredar berasal dari jalur impor.
Biaya pengiriman, pajak, dan margin penjual menjadi faktor utama yang membuat harganya melonjak.
Meski demikian, banyak pengguna tetap tertarik karena fitur yang ditawarkan masih tergolong unik di kelasnya.
Fitur Penerjemah Real Time Jadi Sorotan
Fitur yang paling banyak menarik perhatian adalah Real-Time Live Translation.
Melalui fitur ini, pengguna dapat mendengar hasil terjemahan percakapan secara langsung lewat speaker yang terpasang pada bingkai kacamata.
Prosesnya berlangsung tanpa harus membuka aplikasi penerjemah di ponsel.
Pengguna cukup mengaktifkan perintah suara dan sistem AI akan bekerja secara otomatis.
Berdasarkan pantauan kami, fitur ini berpotensi membantu wisatawan Indonesia yang sering bepergian ke luar negeri.
Percakapan dengan warga lokal dapat berlangsung lebih alami tanpa perlu terus-menerus melihat layar smartphone.
Pengalaman komunikasi menjadi lebih praktis terutama saat berjalan, berbelanja, atau menggunakan transportasi umum.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Ray-Ban Meta mulai dilirik sebagai perangkat masa depan.
Baca Juga: Laptop AI Copilot+ PC Mulai Banjiri Pasar Indonesia, Segini Harga Termurah dari Lenovo dan ASUS
Bukan Hanya Menerjemahkan Bahasa
Ray-Ban Meta juga dibekali kamera ultra lebar 12 MP yang tertanam pada bingkai kacamata.
Kamera ini mampu mengambil foto dan merekam video dari sudut pandang pengguna.
Hasil rekaman dapat langsung dibagikan ke media sosial seperti Instagram maupun Facebook.
Konsep ini membuat pengguna dapat mengabadikan momen tanpa harus mengeluarkan ponsel dari saku.
Meta juga menyematkan asisten AI multimodal yang menjadi otak utama perangkat ini.
Teknologi tersebut memungkinkan kacamata memahami objek yang dilihat melalui kamera.
Pengguna dapat menanyakan informasi mengenai benda, tulisan, hingga lokasi yang berada di depan mata.
Respons diberikan secara instan melalui audio sehingga interaksi terasa lebih natural.
Tetap Nyaman Dipakai Seharian
Berbeda dengan perangkat wearable yang menutup telinga, Ray-Ban Meta menggunakan sistem open-ear audio.
Speaker terintegrasi memungkinkan pengguna mendengarkan musik atau menerima panggilan telepon tanpa kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.
Lima mikrofon yang disematkan juga membantu menghasilkan kualitas suara yang lebih jernih.
Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mencari perangkat multifungsi untuk aktivitas harian.
Dari sisi desain, model Wayfarer masih menjadi varian yang paling diminati.
Desainnya terlihat seperti kacamata biasa sehingga tidak terlalu mencolok saat digunakan di ruang publik.
Bagi pengguna yang menginginkan tampilan lebih modern, tersedia pula varian Skyler dengan bentuk bingkai yang lebih trendi.
Kedua model tersebut sudah tersedia melalui sejumlah penjual di marketplace Indonesia.
Daftar Harga Ray-Ban Meta di Indonesia
| Varian | Kisaran Harga |
|---|---|
| Ray-Ban Meta Wayfarer Gen 2 | Rp7.499.000 hingga Rp10.500.000 |
| Ray-Ban Meta Wayfarer Polarized | Rp9.000.000 hingga Rp11.500.000 |
| Ray-Ban Meta Wayfarer Transitions | Rp10.000.000 hingga Rp12.400.000 |
| Ray-Ban x Meta Skyler AI | Rp8.500.000 hingga Rp12.000.000 |
Layak Jadi Gambaran Gadget AI Masa Depan
Ray-Ban Meta menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan mulai menyatu dengan perangkat yang digunakan sehari-hari.
Fungsi penerjemah bahasa, kamera pintar, dan asisten AI membuat kacamata ini lebih dari sekadar aksesori fesyen.
Meski harga di Indonesia masih relatif tinggi karena statusnya sebagai produk impor, fitur yang ditawarkan berhasil menciptakan pengalaman baru yang sulit ditemukan pada perangkat lain.
Menurut Anda, apakah kacamata pintar seperti Ray-Ban Meta akan menjadi gadget wajib dalam beberapa tahun mendatang atau justru tetap menjadi perangkat khusus bagi kalangan tertentu? (fadila)
Editor : Fadila An Naila