Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nissan e-POWER 2026 Jadi Solusi Pengguna yang Belum Siap Pindah Total ke Mobil Listrik

Fadila An Naila • Rabu, 6 Mei 2026 | 06:26 WIB
Nissan e-POWER 2026
Nissan e-POWER 2026

RadarMadura.id - Nissan menghadirkan teknologi e-POWER generasi terbaru pada lini kendaraan tahun 2026 seperti Nissan Serena e-POWER C28 dan Nissan X-Trail.

Teknologi ini diposisikan sebagai solusi transisi bagi pengguna yang ingin merasakan sensasi mobil listrik tanpa harus bergantung pada stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU.

Harga mobil dengan teknologi e-POWER saat ini juga masih berada di level yang cukup realistis untuk pasar Indonesia.

Nissan Kicks e-POWER misalnya dipasarkan mulai sekitar Rp449 juta, sedangkan Nissan Serena e-POWER berada di kisaran Rp650 jutaan.

Berdasarkan pantauan kami, teknologi seperti ini berpotensi menarik perhatian pengguna perkotaan yang ingin kendaraan hemat BBM tetapi belum nyaman menggunakan EV murni.

Kondisi infrastruktur pengisian daya yang belum merata di berbagai daerah Indonesia juga membuat konsep e-POWER terasa lebih relevan untuk saat ini.

Baca Juga: Geely Mulai Serius Kuasai Pasar Mobil Listrik Indonesia 2026 dengan SUV Hybrid dan EV Harga Terjangkau

Cara Kerja Nissan e-POWER yang Berbeda dari Hybrid Biasa

Sistem e-POWER bekerja dengan pendekatan yang berbeda dibanding mobil hybrid konvensional.

Pada mobil hybrid biasa, roda bisa digerakkan oleh mesin bensin maupun motor listrik secara bergantian.

Namun pada e-POWER, roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik.

Mesin bensin hanya bertugas sebagai generator untuk menghasilkan listrik dan mengisi baterai.

Karena itulah karakter berkendaranya terasa lebih mirip mobil listrik murni.

Akselerasi mobil terasa spontan sejak pedal gas diinjak.

Suara kabin juga cenderung lebih senyap saat digunakan di jalan perkotaan.

Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang menginginkan kenyamanan mobil listrik tanpa harus memikirkan jadwal pengisian baterai.

Tidak Perlu Cas di Rumah atau SPKLU

Salah satu daya tarik utama e-POWER ada pada kemudahannya dalam penggunaan sehari-hari.

Pengguna cukup mengisi bensin seperti mobil biasa.

Sistem kemudian secara otomatis mengubah energi dari mesin bensin menjadi tenaga listrik untuk menggerakkan motor.

Konsep ini dianggap cocok untuk kondisi Indonesia yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur SPKLU di sejumlah daerah.

Pengguna yang sering bepergian antarkota juga tidak perlu khawatir mencari tempat pengisian daya.

Berdasarkan pengalaman penggunaan kendaraan elektrifikasi di Indonesia, faktor kepraktisan masih menjadi pertimbangan utama banyak konsumen sebelum membeli mobil listrik.

Konsumsi BBM Lebih Irit Saat Dipakai di Kota

Nissan mengklaim teknologi e-POWER generasi terbaru memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Hal ini karena mesin bensin bekerja pada putaran optimal saat mengisi baterai.

Sistem tersebut membuat penggunaan bahan bakar lebih hemat terutama saat menghadapi kemacetan kota.

Kondisi stop and go yang biasa ditemui di kota besar seperti Surabaya, Jakarta, hingga Medan justru menjadi situasi ideal bagi teknologi e-POWER.

Pengemudi juga dibantu fitur e-Pedal atau i-Pedal.

Fitur ini memungkinkan mobil berakselerasi dan melakukan pengereman regeneratif hanya dengan satu pedal.

Pada versi terbaru, pengoperasiannya dibuat lebih halus sehingga mobil terasa lebih nyaman saat dipakai harian.

Generasi Baru Kini Lebih Bertenaga dan Stabil

Nissan melakukan sejumlah peningkatan pada teknologi e-POWER generasi terbaru tahun 2026.

Inverter kini dibuat lebih kecil hingga 40 persen dibanding versi awal.

Bobot komponennya juga dikurangi sekitar 30 persen.

Motor listriknya kini memiliki tenaga lebih besar.

Pada Nissan Kicks e-POWER misalnya, tenaga meningkat menjadi sekitar 134 sampai 136 PS dengan torsi mencapai 280 Nm.

Peningkatan tersebut membuat respons akselerasi terasa lebih agresif namun tetap halus.

Nissan juga menyematkan teknologi e-4ORCE pada beberapa model terbaru.

Teknologi ini merupakan sistem penggerak empat roda elektrik yang mampu mengatur distribusi torsi secara presisi.

Hasilnya mobil terasa lebih stabil saat menikung maupun ketika melintasi jalan licin.

Kapasitas baterai juga ikut ditingkatkan.

Beberapa model kini menggunakan baterai hingga 2,06 kWh dari sebelumnya 1,57 kWh.

Peningkatan ini membantu efisiensi perjalanan jarak jauh menjadi lebih baik.

Daftar Harga dan Teknologi Nissan e-POWER 2026

Model Perkiraan Harga Teknologi Utama
Nissan Kicks e-POWER Mulai Rp449 juta Motor listrik 136 PS, torsi 280 Nm
Nissan Serena e-POWER C28 Sekitar Rp650 jutaan e-Pedal, kabin senyap, efisiensi tinggi
Nissan X-Trail e-POWER Menyesuaikan varian e-4ORCE AWD, baterai lebih besar

Baca Juga: Nginap Bersama Istri, Lalu Bawa Kabur Motor Adik Ipar, Tersangka Ngaku Sudah Beraksi di 12 Lokasi

Nissan e-POWER 2026 menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin menikmati rasa berkendara mobil listrik tanpa kerepotan mengisi daya baterai di luar rumah.

Teknologi ini juga terasa cocok untuk kondisi jalan dan kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia yang masih membutuhkan fleksibilitas kendaraan berbahan bakar bensin.

Menurut Anda, apakah teknologi seperti e-POWER lebih menarik dibanding mobil hybrid biasa atau EV murni? (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#Mobil listrik tanpa cas #Nissan e-POWER 2026 #Nissan Kicks e-POWER #Nissan Serena e-POWER #hybrid Nissan Indonesia