Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mobil 2026 Sudah Bisa Nyetir Sendiri, Ini Fakta Sebenarnya Tentang ADAS yang Sering Disalahpahami

Fadila An Naila • Sabtu, 25 April 2026 | 14:16 WIB
Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS pada mobil
Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS pada mobil

RadarMadura.id - Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS pada mobil rilisan 2026 semakin canggih dan mendekati kemampuan mengemudi otomatis.

Namun, banyak pengemudi masih salah memahami fitur ini sebagai autopilot penuh.

Kesalahpahaman ini justru meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Di Indonesia, edukasi soal batasan ADAS menjadi penting seiring meningkatnya penggunaan mobil modern.

Baca Juga: Bukan Cuma Kacamata Pintar, Fitur Produktivitas Apple Vision Pro yang Baru Benar-benar Terasa Manfaatnya Tahun Ini

ADAS Bukan Pengganti Pengemudi

Sebagian besar mobil tahun 2026 masih menggunakan ADAS level 2 atau semi otonom.

Artinya kendaraan belum sepenuhnya bisa mengemudi sendiri tanpa campur tangan manusia.

Pengemudi tetap wajib memegang setir dan siap mengambil alih kendali kapan saja.

Berdasarkan pantauan kami, masih banyak pengguna yang terlalu percaya pada sistem ini.

Fitur ini sebenarnya dirancang untuk membantu, bukan menggantikan pengemudi.

Batasan Teknologi yang Sering Diabaikan

ADAS sangat bergantung pada sensor seperti kamera dan radar.

Kinerja sistem dapat menurun saat hujan deras atau kondisi jalan berkabut.

Marka jalan yang pudar juga bisa membuat fitur menjaga jalur tidak bekerja optimal.

Selain itu, sistem pengereman otomatis tidak selalu mampu merespons situasi mendadak.

Sensor yang kotor atau tertutup juga dapat membuat sistem berhenti bekerja.

Hal ini sering terjadi di kondisi jalan Indonesia yang berdebu atau berlumpur.

Pengawasan Pengemudi Kini Lebih Ketat

Mobil modern kini dilengkapi sistem pemantau pengemudi di dalam kabin.

Sistem ini dapat mendeteksi arah pandangan mata dan tingkat konsentrasi.

Jika pengemudi tidak fokus, sistem akan memberikan peringatan.

Dalam beberapa kasus, fitur bantuan berkendara bisa otomatis dinonaktifkan.

Tujuannya untuk memastikan pengemudi tetap bertanggung jawab penuh.

Kenapa Tetap Harus Pegang Setir

Melepas setir saat berkendara tetap berisiko tinggi.

Dalam kondisi darurat, reaksi manusia masih sangat dibutuhkan.

Setir juga berperan penting untuk menjaga posisi tubuh saat terjadi benturan.

Berdasarkan penggunaan kami, kontrol manual masih memberikan rasa aman lebih.

Hal ini penting terutama di jalan yang kondisi lalu lintasnya tidak terduga seperti di Indonesia.

Baca Juga: Era Baru Layar Lipat! Mengapa HP Lipat di 2026 Akhirnya Berhasil Menekan Harga Pasar Tanpa Mengorbankan Kualitas?

Teknologi ADAS memang membawa kemudahan dan meningkatkan keselamatan berkendara.

Namun fitur ini bukan pengganti pengemudi sepenuhnya.

Penggunaan yang bijak menjadi kunci agar teknologi ini benar benar bermanfaat.

Menurut Anda, apakah fitur seperti ini membuat berkendara lebih aman atau justru berisiko jika disalahgunakan. (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#autopilot mobil #teknologi mobil modern #mobil otonom 2026 #fitur keselamatan mobil #ADAS mobil