Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Harga Suzuki e Vitara Turun ke Rp 200 Jutaan dengan Skema BaaS, Solusi Bagi Konsumen yang Ingin EV Lebih Terjangkau

Fadila An Naila • Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:35 WIB

Suzuki e Vitara
Suzuki e Vitara

RadarMadura.id - Suzuki resmi menawarkan mobil listrik e Vitara dengan harga mulai 1.099.000 rupee atau sekitar Rp 204 jutaan melalui skema Battery as a Service di India pada Februari 2026.

Program ini membuat harga awal jauh lebih rendah karena konsumen tidak perlu membeli baterai di awal.

Skema tersebut saat ini dipasarkan oleh Maruti Suzuki di India, sementara di Indonesia e Vitara sudah lebih dulu meluncur di IIMS 2026 dengan banderol mulai Rp 755 juta OTR Jakarta.

Baca Juga: Motorola dipastikan mulai menjual ponsel lipat terbarunya, Motorola Moto Razr 60, di Indonesia pada 25 Februari 2026 pukul 00.00 WIB. Perangkat ini su

Strategi Suzuki Tekan Harga Lewat Skema Sewa Baterai

Suzuki menghadirkan pendekatan baru agar mobil listrik lebih mudah dijangkau.

Lewat program Battery as a Service atau BaaS, konsumen cukup membeli unit mobilnya saja, sementara baterai disewa terpisah.

Harga awal e Vitara pun turun signifikan dibanding skema pembelian biasa.

Dalam skema ini, biaya sewa baterai dipatok sekitar 3,99 rupee per kilometer atau setara Rp 750 per kilometer.

Artinya, semakin sering dipakai, biaya operasional baterai akan mengikuti jarak tempuh kendaraan.

Berdasarkan pantauan kami, strategi ini efektif untuk menekan harga masuk agar terlihat kompetitif di segmen SUV listrik.

Konsumen yang sebelumnya ragu karena harga awal tinggi kini punya opsi lebih ringan secara cicilan.

Bagi pasar seperti Indonesia, pendekatan ini berpotensi menarik perhatian, terutama bagi pengguna yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus menanggung harga baterai yang mahal di awal.

Jarak Tempuh dan Ekosistem Pengisian Daya

Suzuki mengklaim e Vitara versi India mampu menempuh lebih dari 543 km dalam sekali pengisian penuh.

Klaim ini menjadi daya tarik utama karena jarak tempuh masih menjadi pertimbangan utama calon pembeli EV.

Maruti Suzuki juga menyertakan ekosistem pengisian daya yang disebut e for me.

Layanan tersebut dirancang agar pengalaman kepemilikan mobil listrik tetap praktis dan aman bagi pengguna baru.

Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang mencari mobil listrik dengan jarak tempuh jauh tanpa rasa khawatir kehabisan daya.

Apalagi untuk penggunaan harian di kota besar dengan mobilitas tinggi.

Jika konsep serupa diterapkan di Indonesia secara matang, potensi adopsi EV bisa meningkat lebih cepat, terutama di kota dengan infrastruktur charging yang terus berkembang.

Skema Cicilan dan Buyback yang Menggiurkan

Selain BaaS, Suzuki juga menawarkan program e Flex di India.

Skema ini memungkinkan konsumen upgrade ke e Vitara dengan cicilan setara mobil yang sedang mereka gunakan.

Tak hanya itu, tersedia pula program buyback untuk menjaga nilai jual kembali.

Untuk pemakaian tiga tahun atau 45.000 km, nilai beli kembali mencapai 60 persen.

Sedangkan untuk empat tahun atau 60.000 km, nilai buyback berada di angka 50 persen.

Skema ini memberi rasa aman bagi konsumen yang khawatir depresiasi mobil listrik terlalu besar.

Dari sisi strategi pemasaran, langkah ini menunjukkan keseriusan Suzuki membangun kepercayaan pasar terhadap kendaraan listriknya.

Spesifikasi Suzuki e Vitara di Indonesia

Di Indonesia, Suzuki e Vitara meluncur sebagai mobil listrik pertama Suzuki di Tanah Air pada ajang Indonesia International Motor Show 2026.

Model ini mengusung baterai 61 kWh dengan karakter SUV ringkas yang cocok untuk keluarga muda.

Tenaga yang dihasilkan mencapai 128 kW atau setara 174 Tk dengan torsi 193 Nm.

Untuk jarak tempuh, e Vitara versi Indonesia diklaim mampu menjelajah hingga 428 km dalam kondisi baterai penuh.

Berdasarkan pengalaman mencoba unit display di pameran, kabinnya terasa lapang dengan desain modern yang tidak berlebihan.

Posisi duduk tinggi khas SUV juga memberikan visibilitas yang nyaman untuk kondisi lalu lintas perkotaan Indonesia.

Untuk penggunaan harian di kota dengan suhu tropis seperti Jakarta atau Surabaya, sistem pendingin baterai menjadi faktor penting yang patut diperhatikan dalam jangka panjang.

Tabel Harga dan Skema

Harga Suzuki e Vitara India dengan BaaS
Harga unit tanpa baterai sekitar Rp 204 jutaan
Biaya sewa baterai sekitar Rp 750 per kilometer

Harga Suzuki e Vitara Indonesia
Mulai Rp 755 juta OTR Jakarta

Baca Juga: Mitsubishi dan Nissan Hadirkan Minibus Versa 15 Penumpang Bermesin Diesel 2,5 Liter Turbo, Harga Tembus Rp481 Juta

Langkah Suzuki menawarkan e Vitara Rp 200 jutaan lewat skema sewa baterai menjadi strategi cerdas untuk memperluas pasar mobil listrik.

Meski saat ini baru tersedia di India, pendekatan ini bisa menjadi inspirasi bagi pasar Indonesia yang masih sensitif terhadap harga awal EV.

Menurut Anda, apakah skema sewa baterai seperti ini cocok diterapkan di Indonesia agar mobil listrik makin terjangkau? (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#Suzuki e Vitara #harga mobil listrik 2026 #harga Suzuki e Vitara #Mobil Listrik Suzuki #Suzuki e Vitara Indonesia #Battery as a Service #suzuki