RadarMadura.id — BYD resmi memperkenalkan versi terbaru SUV listrik andalannya, Atto 3 Evo, dengan peningkatan signifikan di sektor performa, kapasitas baterai, dan teknologi pengisian cepat.
Model ini sudah mendapat persetujuan edar di Australia dan menjadi sinyal kuat bahwa lini SUV listrik BYD akan naik kelas dalam waktu dekat.
Kehadiran Atto 3 Evo semakin menarik perhatian pasar Indonesia, apalagi sebelumnya BYD telah memasarkan Atto 3 Advanced Plus di ajang IIMS 2026 dengan jarak tempuh 410 kilometer.
Kini, versi Evo hadir membawa spesifikasi yang jauh lebih agresif.
Performa dan Baterai Lebih Besar Jadi Daya Tarik Utama
BYD Atto 3 Evo dibangun di atas e Platform 3.0 dengan sistem kelistrikan 800 volt yang mendukung pengisian daya cepat DC hingga 220 kW.
Dalam kondisi ideal, baterai bisa diisi dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam 25 menit. Hal ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan antarkota.
SUV listrik ini dibekali baterai 75,8 kWh untuk semua varian, baik penggerak roda belakang maupun semua roda.
Sebagai perbandingan, Atto 3 yang saat ini beredar masih menggunakan baterai 49,9 kWh atau 60,5 kWh. Lonjakan kapasitas ini jelas berdampak pada peningkatan jarak tempuh dan tenaga.
Varian penggerak roda belakang menghasilkan tenaga 230 kW dan torsi 380 Nm.
Akselerasi 0 sampai 100 kilometer per jam diklaim hanya 5,5 detik dengan jarak tempuh hingga 510 kilometer berdasarkan standar WLTP. Angka ini sudah menyentuh level SUV listrik premium.
Sementara versi penggerak semua roda jauh lebih buas.
Tenaganya mencapai 330 kW dengan torsi 560 Nm dan akselerasi 0 sampai 100 kilometer per jam hanya 3,9 detik. Meski lebih bertenaga, jarak tempuhnya masih tembus 470 kilometer WLTP.
Interior Lebih Modern dan Fitur Keselamatan Lengkap
Perubahan tidak hanya terjadi di sektor dapur pacu. Tuas transmisi kini dipindahkan dari konsol tengah ke kolom kemudi sehingga area tengah terlihat lebih lapang.
Berdasarkan pantauan kami, konfigurasi ini membuat kabin terasa lebih modern dan ergonomis.
Panel instrumen digital berukuran 8,8 inci berpadu dengan layar sentuh utama 15,6 inci.
Tampilan layar besar ini menjadi nilai jual tersendiri, terutama bagi pengguna muda yang terbiasa dengan sistem infotainment digital.
Fitur keselamatan yang disematkan juga lengkap. Tersedia adaptive cruise control, lane centring assist, pemantauan titik buta, peringatan tabrakan depan dan belakang, hingga pengenalan rambu lalu lintas.
Paket ini membuatnya kompetitif untuk penggunaan harian di jalan tol maupun dalam kota.
Potensi Masuk Indonesia dan Perbandingan dengan Atto 3 Saat Ini
BYD Atto 3 Advanced Plus yang sudah meluncur di Indonesia masih menggunakan baterai 49,92 kWh dengan klaim jarak tempuh 410 kilometer. Dari sisi performa, model tersebut masih mengandalkan penggerak roda depan dengan tenaga 150 kW dan torsi 310 Nm.
Jika Atto 3 Evo benar masuk Indonesia, maka selisih spesifikasinya akan cukup jauh. Sistem 800 volt dan fast charging 220 kW akan sangat relevan dengan kondisi SPKLU yang terus bertambah di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta.
Bagi pengguna di wilayah tropis seperti Madura dan sekitarnya, peningkatan efisiensi pengisian daya ini bisa memangkas waktu tunggu secara signifikan.
Hingga kini, BYD belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal peluncuran global lebih lanjut. Namun melihat tren agresif ekspansi kendaraan listrik di Tanah Air, bukan tidak mungkin Atto 3 Evo menjadi senjata baru BYD di segmen SUV listrik menengah ke atas.
Tabel Spesifikasi Utama BYD Atto 3 Evo
| Spesifikasi | RWD | AWD |
|---|---|---|
| Kapasitas Baterai | 75,8 kWh | 75,8 kWh |
| Sistem Kelistrikan | 800 volt | 800 volt |
| Fast Charging DC | Hingga 220 kW | Hingga 220 kW |
| Tenaga Maksimal | 230 kW | 330 kW |
| Torsi | 380 Nm | 560 Nm |
| 0 sampai 100 km per jam | 5,5 detik | 3,9 detik |
| Jarak Tempuh WLTP | 510 km | 470 km |
Dengan lonjakan performa, baterai lebih besar, dan sistem 800 volt yang lebih efisien, BYD Atto 3 Evo menunjukkan bahwa persaingan SUV listrik akan semakin panas.
Jika resmi masuk Indonesia dengan harga kompetitif, model ini berpotensi menggoda pengguna yang ingin naik kelas dari SUV listrik standar. Menurut Anda, apakah Atto 3 Evo layak menantang dominasi SUV listrik lain di pasar Tanah Air.
Editor : Hasan Bashri