RadarMadura.id - Lenovo kembali mencuri perhatian di panggung CES 2026 dengan memperkenalkan konsep laptop gaming bernama Legion Pro Rollable. Perangkat ini masih berstatus proof-of-concept dan belum dipasarkan secara luas.
Meski demikian, arah inovasi yang ditawarkan terlihat cukup berani. Lenovo seolah ingin mendefinisikan ulang pengalaman bermain game di laptop.
Konsep Legion Pro Rollable dirancang untuk gamer yang menginginkan layar besar tanpa harus membawa monitor tambahan.
Lenovo mencoba menjawab kebutuhan tersebut lewat teknologi layar gulung horizontal. Dengan pendekatan ini, laptop tetap ringkas saat dibawa. Namun, area pandang bisa diperluas saat dibutuhkan.
Daya tarik utamanya terletak pada PureSight OLED Gaming Display yang dapat berubah ukuran. Lenovo menghadirkan Focus Mode berukuran 16 inci untuk penggunaan standar.
Lalu ada Tactical Mode yang membentang hingga 21,5 inci. Mode terbesar bernama Arena Mode dengan ukuran layar mencapai 24 inci.
Perubahan ukuran layar tersebut dimungkinkan berkat mekanisme rollable yang cukup kompleks. Lenovo membekali perangkat ini dengan sistem dual-motor yang presisi.
Mekanisme tersebut dipadukan dengan tension system khusus. Tujuannya agar proses buka-tutup layar terasa halus dan stabil.
Selain itu, Lenovo juga menggunakan material low-friction pada struktur internal layar. Material ini berfungsi mengurangi gesekan saat panel bergerak.
Dengan begitu, risiko getaran dan keausan dapat ditekan. Pendekatan ini penting untuk menjaga durabilitas layar OLED.
Dari sisi performa, Legion Pro Rollable mengusung basis desain Legion Pro 7i. Lenovo menyebut konfigurasi tertingginya akan memakai prosesor Intel Core Ultra kelas atas.
GPU yang digunakan adalah NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop. Kombinasi ini menegaskan posisinya sebagai laptop gaming kelas flagship.
Lenovo turut menyematkan teknologi Lenovo AI Engine+ yang ditopang LA Core generasi terbaru. Sistem ini mampu mendeteksi skenario penggunaan secara real-time.
Pengaturan CPU dan GPU dilakukan secara dinamis. Tujuannya menjaga FPS tetap tinggi dan stabil saat bermain game.
Fitur seperti Smart FPS menjadi bagian dari pendekatan berbasis kecerdasan buatan ini. Lenovo mengklaim sistemnya mampu menyesuaikan performa sesuai kebutuhan game.
Gamer tidak perlu lagi mengatur parameter secara manual. Semua dioptimalkan secara otomatis oleh sistem.
Baca Juga: Toyota Kijang Super 2026 Resmi Berevolusi, Mesin Irit, Fitur Lengkap, dan Desain Lebih Elegan
Meski terlihat menjanjikan, Lenovo menegaskan Legion Pro Rollable belum siap diproduksi massal. Perangkat ini murni menjadi etalase inovasi dan eksperimen teknologi.
Lenovo ingin melihat respons pasar terhadap konsep layar gulung. Hasilnya akan menentukan arah pengembangan selanjutnya.
Kehadiran Legion Pro Rollable menunjukkan bahwa inovasi laptop gaming masih jauh dari kata stagnan. Konsep layar rollable membuka kemungkinan baru dalam desain perangkat portabel.
Jika teknologi ini matang, pengalaman gaming bisa berubah drastis. Kini tinggal menunggu apakah Lenovo berani membawanya ke pasar. (fadila)
Editor : Fadila An Naila