
PAMEKASAN, RadarMadura.id – Perjalanan panjang Nahdlatul Ulama (NU) disebut tidak pernah lepas dari fase perjuangan dan kesulitan.
Para pengurus diingatkan agar tidak terlena dengan kondisi yang serba nyaman pada era sekarang.
Sebaliknya, pengurus diminta kembali meneguhkan semangat khidmat dan perjuangan untuk umat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat menghadiri pelantikan pengurus PCNU Pamekasan di Pondok Pesantren Matsaratul Huda pada Sabtu (16/5) malam.
Dalam pidatonya, Gus Yahya menegaskan bahwa cita-cita para muassis NU sejak awal bukan hanya memikirkan kalangan santri maupun warga nahdliyin.
Para pendiri NU memiliki ikhtiar besar membangun peradaban yang lebih mulia bagi seluruh umat manusia.
Hal itu dibuktikan saat para pendiri NU ikut terlibat mendirikan NKRI dengan menegaskan cita-cita kemanusiaan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujarnya.
Menurut Gus Yahya, besarnya cita-cita tersebut membuat jamiyah NU terus berkembang. Dia menyebut, ketika NU berdiri hanya diikuti sekitar 30 ulama.
Namun, pada sekitar 1950 jumlah pengikut NU sudah mencapai sekitar 18 persen dari populasi penduduk Indonesia.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




