RadarMadura.id - Perusahaan elektronik asal China, Xiaomi baru-baru ini mengumumkan tentang perubahan sistem operasi di perangkat mereka.
Xiaomi yang sebelumnya menggunakan sisitem operasi MiUI di berbagai perangkat Hp dan tablet mereka kini akan beralih ke HyperOS.
Pengembangan HyperOS sebagai pengganti dari MiUI tentu memerlukan waktu yang sangat lama bagi pengguna Xiaomi terdahulu.
Penyesuaian tersebut meliputi beberapa hal terkait dengan sistem HyoerOS yang nanti bakal beroperasi secara resmi di seluruh perangkat Xiaomi.
Melansir dari berbagai sumber, berikut adalah kelebihan dan kekurangan HyoperOS yang saat ini sudah tersedia di berbagai produk Xiaomi
3. Efisiensi Daya dan Performa Optimal
HyperOS dirancang untuk perangkat dengan spesifikasi rata-rata, menawarkan ukuran file yang lebih kecil dibandingkan pendahulunya.
Ini berimbas pada efisiensi konsumsi daya yang lebih baik, sehingga baterai perangkat lebih hemat dan perangkat terasa lebih ringan saat digunakan.
4. Fleksibilitas Kustomisasi
Pengguna HyperOS memiliki kebebasan untuk menyesuaikan berbagai aspek sistem operasi, termasuk tema, font, ikon, dan launcher.
Dukungan untuk modul Magisk juga memungkinkan penambahan fitur tambahan tanpa perlu melakukan rooting perangkat.
5. Tampilan yang Lebih Bersih
HyperOS menghapus aplikasi bawaan dan iklan yang sering mengganggu, memberikan tampilan yang lebih bersih dibandingkan dengan MIUI.
Desain Material You dari Google yang diadopsi HyperOS juga memungkinkan warna dan ikon menyesuaikan dengan wallpaper yang dipilih, meningkatkan estetika visual perangkat.
Kekurangan HyperOS dari Xiaomi
1. Tahap Pengembangan
Saat ini, HyperOS masih berada dalam fase pengembangan, yang berarti pengguna mungkin akan mengalami bug atau masalah performa.
Beberapa aplikasi dan fitur mungkin tidak berfungsi dengan optimal, sehingga pengguna harus siap menghadapi potensi masalah ini.
2. Ketersediaan Terbatas
HyperOS belum tersedia di seluruh perangkat Xiaomi, meskipun rencana ke depan mencakup pembaruan untuk 121 perangkat
Saat ini hanya sejumlah model tertentu yang mendapatkan akses ke HyperOS, termasuk Xiaomi 11T, Xiaomi 12T, Xiaomi 12T Pro, dan beberapa model lainnya.
Pengguna perangkat yang belum mendapatkan pembaruan mungkin perlu melakukan instalasi manual, yang bisa memerlukan langkah-langkah kompleks dan berisiko seperti membuka bootloader dan menginstal custom recovery.
3. Asing untuk Pengguna Baru
Perubahan tampilan dan desain HyperOS mungkin membuat beberapa pengguna merasa tidak nyaman atau kesulitan beradaptasi, terutama jika mereka lebih terbiasa dengan MIUI. Desain yang berbeda bisa memerlukan waktu untuk membiasakan diri.
4. Tantangan di Masa Depan
HyperOS menghadapi tantangan besar dalam menjaga relevansinya di pasar yang terus berkembang.
Dengan kemajuan teknologi yang pesat, sistem operasi ini harus terus berinovasi untuk bersaing dengan Android dan iOS.
Tidak ada jaminan tentang masa depan HyperOS, sehingga pengguna perlu mempertimbangkan potensi tantangan yang akan dihadapi.
Dengan memahami kelebihan dan kekurangan HyperOS, pengguna dapat membuat keputusan yang lebih informasi mengenai apakah sistem operasi ini cocok untuk perangkat mereka.
Editor : Amin Basiri