Oleh ELIA RUSTIANA
APA yang terlintas di pikiran kalau mendengar kata ”santri”? Santri adalah orang sarungan dan pasti pakai gamis dan jilbab besar, tentengannya kitab kuning, temannya Al-Qur’an.
Dan, tempat bermain dalam kehidupannya hanyalah sebatas di dalam ruangan yang mau dilihat dari arah mana pun pasti yang akan terlihat hanyalah tembok yang menjulang tinggi.
Begitulah kata orang mengenai tentang santri. Mereka hanya melihat sesuatu yang biasa mereka melihat, namun jauh dari itu semua, santri memiliki karismatik yang berbeda, baik di pandangan masyarakat maupun lingkungan sekitarnya.
Sebagai seorang santri yang pastinya mengabdi di pondok pesantren, jangankan pakaiannya, cara jalannya pun diperhatikan saking santri itu menjadi insan yang dipandang luar biasa oleh orang lain.
Seperti yang kita ketahui bahwa orang yang sekolah di luar, bisa kita lihat bagaimana pergaulan mereka dan tingkah laku mereka walaupun tidak semuanya melakukan hal yang sama.
Namun yang lebih mendominasi adalah mereka yang rela melepas hijabnya demi tren dan lain sebagainya. Maka, bagi santri, pondok pesantren adalah tempat berlindung dan bernaung supaya tidak terjerumus ke dalam hal yang akan merusak akidah dan keimanan.
Tidak banyak orang yang tahu bahwa di pondok pesantren tidak kalah hebat dengan sekolah yang di luar. Di pondok diadakan berbagai macam acara dan kesibukan yang sengaja diselenggarakan untuk melatih mental dan bakat para santri.
Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menggelar agenda yang mana diselenggarakan oleh BEMA (Badan Eksekutif Mahasiswa Ma’had) yang bertemakan Demonstration of Language. Acara ini melibatkan semua santri.
Santri dituntut untuk bisa menunjukkan style dan bakat mereka dalam bidang bahasa, baik bahasa Arab maupun Inggris.
Seperti yang kita ketahui, apabila tidak ingin tertipu oleh suatu kaum, maka pelajarilah bahasa mereka karena bahasa merupakan hal yang sangat penting untuk kita ketahui dan pelajari. Namun ada yang bertanya lagi: Apakah santri mampu berbahasa?
Yang pasti jawabannya adalah tentu bisa! Santri bukan hanya tinggal di pondok pesantren. Namun, mereka diajarkan semua tentang ilmu, terutama ilmu tentang bahasa.
Dengan agenda yang diselenggarakan ini, maka kemampuan santri makin diasah dan digali lagi. Perlu diingat bahwa orang yang berjasa bagi kemerdekaan Indonesia adalah tidak terluput dari peran santri.
Santri yang mampu berbahasa dengan baik bukan hanya akan menaklukkan dan meraih kemenangan di pandangan masyarakat.
Namun, juga bisa menaklukkan dunia karena santri yang bisa berbahasa akan melindungi bangsa dan negaranya dari serangan kebodohan yang akan diberikan oleh orang luar.
Perisai masyarakat, harapan bagi umat, perdamaian untuk bangsa dan kemenangan negara akan bersumber dari jati diri santri.
Semua impian dan keinginan itu bisa tercapai apabila kita bersungguh-sungguh dalam belajar dan berusaha. Pengembangan bahasa adalah kunci dari semuanya.
Oleh karena itu, jangan mengira bahwa santri tidak bisa melakukan apa-apa, melainkan semua yang diharapkan ada pada diri santri.
Cara pengembangan tersebut dilakukan dengan kegiatan bertajuk Demonstration of Language ini.
Di sini santri dilatih untuk berbicara dan menyampaikan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Oleh karena itu, mari berbahasa dan sama-sama memajukan negara kita yang tercinta ini.
Sesuai dengan tema yang pastinya lebih condong ke bahasa Inggris. Kenapa bahasa Inggris?
Menurut Richards & Rodgers (1986), banyak penduduk di berbagai negara memakai bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dalam berbagai pertemuan penting tingkat internasional.
Penguasaan bahasa Inggris menjadi sangat penting karena hampir semua sumber informasi global dalam berbagai aspek kehidupan menggunakan bahasa ini.
Dengan adanya pendapat di atas, maka kita bisa mengetahui bagaimana pentingnya kita dalam berbahasa.
Namun ingat, bukan hanya bahasa Inggris, melainkan bahasa Arab juga, karena keduanya tidak bisa dipisahkan saling beriringan dan berdampingan sampai kapan pun. (*)
*)Mahasisiwi semester IV di IDIA Prenduan
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti