Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

HUT ke-58 BPJS Kesehatan: Jaga Harapan Melalui Gotong Royong untuk Sehat Bersama

Hendriyanto • Kamis, 16 Juli 2026 | 08:49 WIB
KHIDMAT: BPJS Kesehatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan penuh kehangatan.
KHIDMAT: BPJS Kesehatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan penuh kehangatan.

JAKARTA, RadarMadura.id – BPJS Kesehatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan merefleksikan perjalanan panjang penyelenggaraan jaminan kesehatan di Indonesia. Lembaga tersebut menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui penguatan layanan, transformasi digital, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Perjalanan jaminan kesehatan nasional bermula dari Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK) yang dibentuk pada 15 Juli 1968. Kelembagaan itu kemudian bertransformasi menjadi Perum Husada Bakti, PT Askes (Persero), hingga resmi menjadi BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014 sebagai penyelenggara Program JKN.

Pada usia ke-58, BPJS Kesehatan mencatat jumlah peserta Program JKN telah mencapai 285 juta jiwa. Program tersebut menjadi salah satu program strategis nasional yang memberikan perlindungan kesehatan bagi sebagian besar penduduk Indonesia melalui berbagai penyempurnaan layanan.

Penyempurnaan itu dilakukan dengan memperkuat pelayanan di fasilitas kesehatan, mengembangkan layanan digital, menyederhanakan administrasi, serta memperluas kemudahan akses bagi peserta. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga keberlangsungan program.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Perluas Layanan JKN di Daerah 3T Lewat VIOLA dan BPJS Keliling

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan perjalanan panjang penyelenggaraan jaminan kesehatan membuktikan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga keberlangsungan Program JKN. Berbagai capaian yang diraih, kata dia, merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan akses layanan kesehatan tetap terjaga.

”Selama 58 tahun, penyelenggaraan jaminan kesehatan beradaptasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Perjalanan tersebut mengantarkan kita pada penyelenggaraan Program JKN yang kini telah memasuki tahun ke-13. Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang selalu mendukung keberlanjutan Program JKN. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis Program JKN dapat mencetak generasi sehat demi Indonesia Emas 2045,” kata Pujo dalam Sarasehan HUT ke-58 BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Rabu (15/07).

Pujo menegaskan keberlanjutan Program JKN menjadi fokus utama BPJS Kesehatan dalam menyusun arah kebijakan dan strategi organisasi. Menurutnya, transformasi yang dilakukan harus mampu menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, perluasan kepesertaan, dan kesehatan finansial program.

”Saat ini rasio klaim Program JKN telah mencapai 108 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan pembiayaan kesehatan semakin besar. Jika perusahaan asuransi swasta mungkin melakukan repricing jika klaim sudah 95% untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya. Kami berharap dukungan kebijakan melalui regulasi baru dapat memperkuat keberlanjutan Program JKN sehingga manfaatnya tetap dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," kata Pujo.

BPJS Kesehatan menilai masih terdapat ruang untuk memperkuat pendanaan program melalui peningkatan kepatuhan dan perluasan cakupan kepesertaan. Karena itu, organisasi tersebut menyusun rencana strategis yang berfokus pada penguatan pendanaan, peningkatan kepesertaan, serta transformasi layanan.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Pamekasan Ingatkan Pekerja Tambahkan Anggota Keluarga ke JKN

Salah satu strategi yang akan dijalankan adalah mengintegrasikan kepesertaan JKN dengan berbagai layanan publik. BPJS Kesehatan juga akan memperluas layanan non tatap muka melalui pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan.

Kepala Staf Kepresidenan RI, Dudung Abdurachman, mengapresiasi kontribusi BPJS Kesehatan dalam memperkuat sistem perlindungan sosial nasional melalui Program JKN. Menurutnya, Program JKN menjadi pilar utama kesehatan masyarakat yang selaras dengan visi pembangunan kesehatan nasional dan Asta Cita Presiden.

”Kami juga mengapresiasi berbagai program BPJS Kesehatan yang memberi perhatian pada empat program kolaboratif prioritas pemerintah. Mulai dari pemantau kesehatan siswa dan petugas SPPG melalui P-Care Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan di 3 sekolah rakyat, pengembangan Desa Sehat JKN bersama Koperasi Desa Merah Putih sebagai agen fasilitator jaminan kesehatan, serta Program JKN 3T melalui kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit TNI AL dan pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T,” kata Dudung.

Dudung mengingatkan masih ada tantangan yang harus dihadapi bersama, terutama terkait keberlanjutan pendanaan, kepatuhan peserta, dan sinergi dengan fasilitas kesehatan. Ia menekankan pentingnya komitmen pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan sekaligus meningkatkan kualitas layanan Program JKN.

Pada puncak peringatan HUT ke-58, BPJS Kesehatan juga meraih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 untuk Fungsi Pengadaan dan Fungsi Investasi serta Sertifikasi Sistem Manajemen Kepatuhan ISO 37301. Capaian tersebut memperkuat komitmen BPJS Kesehatan dalam membangun budaya integritas, kepatuhan, dan tata kelola organisasi yang semakin baik. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
HUT ke-58 BPJS jkn layanan kesehatan bpjs kesehatan