Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BPJS Kesehatan Perluas Layanan JKN di Daerah 3T Lewat VIOLA dan BPJS Keliling

Hendriyanto • Senin, 13 Juli 2026 | 15:42 WIB
BPJS Kesehatan menghadirkan virtual office layanan informasi dan administrasi serta BPJS keliling.
BPJS Kesehatan menghadirkan virtual office layanan informasi dan administrasi serta BPJS keliling.

 

JAKARTA, RadarMadura.id – BPJS Kesehatan terus memperkuat komitmennya menghadirkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan layanan di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Untuk mengatasi keterbatasan akses layanan di daerah 3T, BPJS Kesehatan menghadirkan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta layanan jemput bola BPJS Keliling. Kedua layanan tersebut memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan administrasi dan informasi JKN tanpa harus datang ke kantor cabang.

VIOLA merupakan kanal layanan berbasis video conference yang menghubungkan masyarakat dengan petugas BPJS Kesehatan secara real time. Layanan ini digunakan untuk pengurusan administrasi kepesertaan JKN, penyampaian informasi, hingga penanganan pengaduan.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah 3T. Fasilitas video conference disediakan di puskesmas, kantor desa, kelurahan, kecamatan, sekolah, dan lokasi layanan publik lainnya.

Selama Januari hingga Mei 2026, layanan VIOLA telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali. Lokasi penggunaan terbanyak berada di puskesmas, sedangkan layanan yang paling sering dimanfaatkan adalah informasi serta perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Mayoritas pengguna VIOLA berasal dari segmen peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Hal itu menunjukkan layanan tersebut mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan kemudahan akses layanan JKN.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan tidak semua wilayah di Indonesia mampu mengadopsi layanan digital. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan jaringan komunikasi data, tantangan geografis, dan rendahnya literasi digital di sebagian masyarakat.

Karena itu, BPJS Kesehatan tidak hanya mengembangkan layanan digital, tetapi juga mengoptimalkan layanan jemput bola melalui BPJS Keliling. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk memperoleh informasi, mengurus administrasi kepesertaan, hingga menyampaikan pengaduan terkait JKN.

Baca Juga: Bupati Kagumi Keindahan Potensi Wisata Waduk Klampis, Pemkab Berencana Kembangkan Waduk Klampis

“Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling tersebut merupakan wujud implementasi Layanan Ujung Negeri (LANURI), salah satu dari Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan. Hari ini kita laksanakan LANURI serentak di 558 titik kabupaten/kota se-Indonesia, dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Dari ke-558 titik tersebut, sebanyak 179 titik menyediakan layanan BPJS Keliling, sementara di 379 titik lainnya menghadirkan layanan VIOLA. Harapan kami, LANURI dapat memudahkan akses layanan JKN bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil atau aksesnya terbatas karena kondisi geografis,” ujar Pujo yang didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, dalam acara Launching LANURI dan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi, Senin (13/7).

Pada kesempatan yang sama, Pujo menyampaikan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan yang telah mencapai 91,53 persen. Program tersebut terdiri atas empat Program Customer Centric dan empat Program Collaborative.

Program Customer Centric dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar peserta JKN berdasarkan aspirasi masyarakat. Sementara itu, Program Collaborative dijalankan untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Adapun beberapa program utama yang telah tercapai adalah JKN 3T (kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit ke daerah 3T serta pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T), P-Care MBG (petugas SPPG menjadi peserta JKN dan terpantau kesehatannya, serta tumbuh kembang siswa penerima MBG terpantau), dan Eliminasi Inefisiensi (intelligence claim untuk upaya efisiensi biaya JKN, serta pencegahan, pendeteksian, dan penanganan perilaku inefisiensi termasuk potensi fraud). Ada pula sejumlah poin yang masih terus berproses bersama pemangku kepentingan terkait,” jelas Pujo.

Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan dalam memperluas akses layanan JKN di wilayah 3T. Menurutnya, layanan VIOLA dan BPJS Keliling menjadi terobosan penting untuk mendekatkan layanan administrasi JKN kepada masyarakat yang masih terkendala transportasi maupun infrastruktur digital.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Pamekasan Ingatkan Pekerja Tambahkan Anggota Keluarga ke JKN

“Kementerian Koperasi menyambut baik kolaborasi ini, mengingat jaringan Koperasi Desa Merah Putih memiliki jaringan yang tersebar hingga ke tingkat desa dan kecamatan di seluruh Indonesia, serta memiliki akses internet untuk mendukung penyelenggaraan VIOLA maupun BPJS Keliling. Kami akan mendorong jajaran pengurus Koperasi di daerah 3T untuk mendukung pelaksanaan LANURI sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, mengatakan pemerataan layanan kesehatan masih menjadi tantangan besar, terutama di wilayah 3T. Karena itu, kehadiran LANURI diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil.

“Jaringan pelayanan kesehatan TNI yang tersebar di seluruh negeri dapat dimanfaatkan untuk mendukung LANURI, misalnya mobilisasi personil di bidang kesehatan ke daerah terpencil, pemanfaatan fasilitas kesehatan TNI sebagai titik layanan tambahan, serta pengoperasian kapal rumah sakit yang bisa digunakan untuk layanan di pulau-pulau terpencil. Termasuk dengan mengerahkan sekitar 76.000 personil Babinsa yang tersebar di Indonesia,” katanya. (*/dry)

 

Editor : Hendriyanto
#BPJS Keliling #layanan Viola #jkn #bpjs kesehatan