Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Program JKN Kian Kuat, Jadi Fondasi SDM Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Hendriyanto • Jumat, 3 Juli 2026 | 08:45 WIB
BPJS Kesehatan menggelar public expose laporan pengelolaan program dan laporan keuangan BPJS Kesehatan 2025, Kamis (2/7).
BPJS Kesehatan menggelar public expose laporan pengelolaan program dan laporan keuangan BPJS Kesehatan 2025, Kamis (2/7).

JAKARTA, RadarMadura.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan perannya sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Selain memperluas akses layanan kesehatan, Program JKN juga dinilai mampu menjaga keberlanjutan pembiayaan melalui tata kelola yang baik, kondisi keuangan yang sehat, serta inovasi layanan berbasis digital.

Capaian tersebut dipaparkan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Kamis (2/7).

Prihati mengatakan, Program JKN tidak hanya berfungsi sebagai penjamin biaya pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Baca Juga: Cegah Misinformasi, BPJS Kesehatan Edukasi Peserta Soal Rawat Inap JKN

"Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ketika masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya besar, mereka dapat terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa," ujarnya.

Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. Tingginya cakupan kepesertaan diikuti dengan pemanfaatan layanan kesehatan yang mencapai 725,3 juta layanan sepanjang 2025 atau rata-rata lebih dari 1,9 juta layanan setiap hari.

Untuk meningkatkan kemudahan akses, BPJS Kesehatan terus memperkuat transformasi digital melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan administrasi melalui PANDAWA via WhatsApp, serta Care Center 165.

Layanan tersebut didukung oleh jaringan 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), dan 6.190 fasilitas kesehatan penunjang yang menjadi mitra BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

Di sisi pengelolaan keuangan, Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan tetap berada dalam kondisi sehat. Hingga akhir 2025, aset bersih DJS Kesehatan tercatat Rp30,04 triliun, dengan hasil investasi mencapai Rp3,94 triliun.

BPJS Kesehatan juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Selain itu, lembaga tersebut mencatat berbagai capaian dalam aspek tata kelola, manajemen risiko, dan integritas.

Menurut Prihati, manfaat Program JKN tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga: Peringati HUT ke-58, BPJS Kesehatan Dorong Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat dengan Health Fun Tun

Berdasarkan kajian LPEM FEB Universitas Indonesia, Program JKN berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp129 triliun, menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja, serta menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan pada periode 2018–2019.

Namun demikian, tantangan keberlanjutan program masih perlu menjadi perhatian. Sepanjang 2025, biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp191,3 triliun, dengan sekitar 26,42 persen digunakan untuk pembiayaan penyakit katastropik yang sebagian besar sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat dan deteksi dini.

"Keberhasilan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh bangsa. Karena itu, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, fasilitas kesehatan, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar program ini tetap berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang," tegas Prihati.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Stevanus Adrianto Passat menambahkan, BPJS Kesehatan memegang amanah besar dalam mengelola dana publik sehingga prinsip transparansi, akuntabilitas, kehati-hatian, dan integritas harus terus dijaga.

Sementara itu, Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menilai penyelenggaraan Program JKN telah menunjukkan kemajuan dari sisi kualitas layanan, perluasan akses, hingga tata kelola.

Adapun Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Telisa Aulia Falianty menegaskan bahwa ketahanan pembiayaan JKN merupakan investasi jangka panjang untuk membangun SDM yang sehat, produktif, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#program jkn #bpjs kesehatan #indonesia emas #sdm