Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

PC Ketapang II Ltd. Mulai Fabrikasi Proyek Pengembangan Lapangan Bukit Panjang

Hendriyanto • Kamis, 18 Juni 2026 | 15:00 WIB
DIMULAI: Seremoni First Steel Cutting berlangsung di Meitech Eka Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau,
DIMULAI: Seremoni First Steel Cutting berlangsung di Meitech Eka Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau,

BINTAN, RadarMadura.id – PC Ketapang II Ltd. (PCK2L), anak perusahaan Searah Limited, menggelar seremoni First Steel Cutting untuk proyek pengembangan Lapangan Bukit Panjang di Wilayah Kerja Ketapang, lepas pantai Jawa Timur.

Seremoni yang berlangsung di Meitech Eka Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, itu menandai dimulainya secara resmi fabrikasi fasilitas produksi proyek tersebut.

Deputi Eksploitasi SKK Migas, Surya Widyantoro, beserta jajarannya hadir dalam kegiatan tersebut. Acara itu juga dihadiri manajemen PT Meindo Elang Indah selaku pelaksana kontrak Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC) serta para pemangku kepentingan lainnya.

Seremoni tersebut menjadi tonggak penting setelah proyek memperoleh persetujuan Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) pada April 2026. Persetujuan itu menjadi langkah strategis untuk memaksimalkan potensi sumber daya energi di Wilayah Kerja Ketapang.

Proyek pengembangan Lapangan Bukit Panjang ditargetkan mulai berproduksi pada 2028. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu meningkatkan produksi migas di Wilayah Kerja Ketapang sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Baca Juga: PETRONAS Indonesia Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Operasi di Jatim dan Jakarta, Wujud Nyata Komitmen Sosial

Dalam pernyataan terpisah, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan dimulainya fabrikasi fasilitas produksi menjadi bukti komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan sektor hulu migas nasional. Menurutnya, proyek tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap industri migas Indonesia.

"Pencapaian FID dan dimulainya kegiatan fabrikasi untuk Lapangan Bukit Panjang menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi sektor hulu migas Indonesia. SKK Migas akan terus mendukung pelaksanaan proyek strategis seperti ini agar dapat berjalan dengan aman, tepat waktu, dan memberikan kontribusi optimal bagi pencapaian target produksi nasional," terang Djoko.

Djoko berharap proses pengembangan dapat berjalan lebih cepat agar kontribusi Lapangan Bukit Panjang segera dirasakan. Percepatan proyek dinilai penting untuk meningkatkan pasokan energi nasional.

"Semakin cepat tentu semakin baik. Kami berharap tahun depan Lapangan Bukit Panjang dapat onstream dengan tambahan produksi kondensat sekitar 1.000 BOPD serta menghasilkan LPG sampai dengan 189 metrik ton per hari atau setara sekitar 2.170 OEPD," tambahnya.

Lapangan Bukit Panjang diproyeksikan memiliki puncak produksi hingga 50 MMSCFD. Pengembangan lapangan dilakukan melalui pembangunan fasilitas produksi lepas pantai yang terintegrasi dengan infrastruktur eksisting di Lapangan Bukit Tua yang telah berproduksi sejak 2015.

Baca Juga: Program Nelayan Tangguh PETRONAS Dukung Kesehatan Nelayan Ketapang

Presiden Direktur PCK2L, Yuzaini Md Yusof, mengatakan pengembangan Lapangan Bukit Panjang menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan nilai aset. Pengembangan dilakukan dengan pendekatan yang efisien dan berkelanjutan.

"Pengembangan Lapangan Bukit Panjang mencerminkan komitmen kami untuk mengoptimalkan potensi aset yang ada melalui penerapan teknologi efisien dan pengembangan berkelanjutan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan SKK Migas, serta menantikan kerja sama yang erat selama proses pengembangan ini," ujarnya.

Searah Limited resmi berdiri pada 1 Juni 2026 sebagai perusahaan patungan antara PETRONAS dan Eni. Kedua perusahaan tersebut memiliki porsi kepemilikan yang sama, masing-masing sebesar 50 persen.

Perusahaan ini menggabungkan sejumlah aset strategis di Malaysia dan Indonesia, yang sebagian besar berada di Jawa Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat portofolio bisnis, mendukung pengembangan energi berkelanjutan, serta meningkatkan ketahanan energi regional.

Sebagai entitas independen, Searah Limited menyediakan platform yang lebih fokus dalam meningkatkan kinerja operasional dan mempercepat penciptaan nilai. Wilayah Kerja Ketapang menjadi bagian dari kombinasi bisnis tersebut yang mencakup 19 aset gas yang telah berproduksi maupun masih dalam tahap pengembangan di Indonesia dan Malaysia. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#lapangan Bukit Panjang #PETRONAS #ketapang #migas