RadarMadura.id - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia melalui Embarkasi Surabaya resmi dimulai sejak 1 Juni 2026.
Ribuan jemaah yang telah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci mulai diterbangkan kembali ke Indonesia secara bertahap.
Momen ini menjadi kabar yang dinanti keluarga di berbagai daerah, termasuk empat kabupaten di Pulau Madura.
Suasana haru dan penuh syukur mulai terasa menjelang kedatangan para tamu Allah tersebut.
Baca Juga: Manasik Haji Santri IBS PKMKK: Laboratorium Peradaban Spiritual dan Transformasi Kesadaran Ibadah
Pemulangan gelombang pertama melalui Embarkasi Surabaya dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 15 Juni 2026.
Setiap kelompok terbang atau kloter akan kembali sesuai urutan keberangkatan saat berangkat menuju Arab Saudi beberapa pekan lalu.
Skema tersebut membuat jadwal kedatangan setiap daerah berbeda-beda.
Masyarakat diminta memperhatikan nomor kloter masing-masing agar tidak keliru memperoleh informasi.
Jemaah asal Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan umumnya tergabung dalam sejumlah kloter yang dijadwalkan tiba pada pertengahan masa pemulangan gelombang pertama.
Karena itu, pekan pertama hingga pertengahan Juni menjadi periode yang paling dinantikan keluarga jemaah asal Madura.
Banyak keluarga mulai mempersiapkan penyambutan sederhana di rumah masing-masing.
Sebagian lainnya memilih memantau perkembangan jadwal penerbangan setiap hari.
Perubahan jadwal kedatangan dapat terjadi karena sejumlah faktor operasional penerbangan internasional.
Kondisi cuaca, pengaturan slot penerbangan, hingga proses keberangkatan dari bandara di Arab Saudi berpotensi memengaruhi waktu landing.
Situasi tersebut membuat masyarakat perlu mengikuti informasi resmi secara berkala.
Mengandalkan informasi dari sumber tidak resmi berisiko menimbulkan kesalahan informasi.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Ingatkan Calon Jemaah Haji Jaga Status JKN Tetap Aktif
Salah satu kanal yang paling banyak digunakan untuk memantau jadwal kepulangan haji adalah Sistem Komputerisasi Haji Terpadu atau Siskohat milik Kementerian Agama.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi terkait posisi kloter, jadwal penerbangan, serta perkembangan pemulangan jemaah.
Data yang ditampilkan diperbarui sesuai laporan operasional penyelenggaraan ibadah haji.
Kehadiran sistem ini membantu keluarga mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Selain Siskohat, masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal informasi milik Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.
Pembaruan jadwal kedatangan kloter Embarkasi Surabaya biasanya disampaikan secara rutin setiap hari.
Informasi tersebut mencakup nomor kloter, daerah asal jemaah, serta perkiraan waktu kedatangan di Bandara Internasional Juanda.
Data tersebut menjadi rujukan penting bagi keluarga yang ingin menjemput anggota keluarganya.
Pemantauan informasi terkini juga dapat dilakukan melalui akun media sosial resmi Kementerian Agama Jawa Timur.
Kanal digital tersebut sering menyajikan perkembangan terbaru mengenai proses pemulangan jemaah haji Embarkasi Surabaya.
Informasi yang disampaikan biasanya lebih cepat diterima masyarakat karena diperbarui secara real-time.
Cara ini menjadi pilihan praktis bagi masyarakat yang aktif menggunakan telepon pintar.
Bandara Internasional Juanda tetap menjadi pintu utama kedatangan jemaah haji dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Setelah mendarat, jemaah akan menjalani sejumlah prosedur kedatangan sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing.
Proses tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh jemaah.
Petugas penyelenggara haji telah menyiapkan berbagai layanan pendukung selama masa pemulangan berlangsung.
Bagi keluarga jemaah asal Madura, memantau jadwal landing secara berkala menjadi langkah penting sebelum berangkat menuju lokasi penjemputan.
Kepastian waktu kedatangan dapat membantu menghindari penumpukan kendaraan maupun antrean panjang di area bandara.
Persiapan yang matang juga membuat proses penyambutan berlangsung lebih nyaman.
Kehadiran anggota keluarga yang baru kembali dari Tanah Suci tentu menjadi momen yang sangat berharga.
Pemulangan jemaah haji 2026 menjadi penanda berakhirnya perjalanan spiritual yang telah dijalani selama beberapa pekan.
Keluarga di Madura kini tinggal menghitung hari untuk kembali berkumpul dengan orang-orang tercinta.
Masyarakat diimbau terus mengikuti informasi dari kanal resmi agar memperoleh jadwal kedatangan yang valid.
Dengan pemantauan yang tepat, proses penjemputan jemaah haji dapat berlangsung lancar, aman, dan penuh kebahagiaan. (hasan)
Editor : Hasan Bashri