Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tanpa Kompromi, BGN Masih Stop Sementara Ribuan SPPG Tak Sesuai Standar

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:04 WIB

 

DISUSPEND: Masyarakat melintas di depan SPPG Sumenep Kota Sumenep Kolor Yayasan Kayan Svaha Abadi di Jalan Dr. Cipto Sumenep, Kamis (28/5).
DISUSPEND: Masyarakat melintas di depan SPPG Sumenep Kota Sumenep Kolor Yayasan Kayan Svaha Abadi di Jalan Dr. Cipto Sumenep, Kamis (28/5).

JAKARTA, RadarMadura.id – Tindakan tegas dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program makan bergizi gratis (MBG). 

Ribuan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) masih dihentikan sementara. 

Dalam siaran pers nomor SIPERS-264/BGN/05/2026 tanggal 25 Mei 2026 disebutkan bahwa BGN mencatat operasional 4.581 SPPG telah dihentikan sementara sejak awal 2025 hingga saat ini untuk menjalani proses peningkatan kualitas dan penyesuaian standar pelayanan.

Baca Juga: Nasib PPPK Paro Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat, BKPSDM: Peran Mereka Masih Dibutuhkan Pemerintah Daerah

Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa penghentian sementara operasional SPPG merupakan bagian dari upaya pembenahan menyeluruh demi menjaga mutu program MBG secara nasional.

BGN terus memperkuat pengawasan dan peningkatan kualitas pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia.  

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi presiden terkait peningkatan kualitas layanan dan keamanan program bagi masyarakat, khususnya peserta didik penerima manfaat MBG. 

”Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat,” tegas Dadan dikutip dari laman BGN. 

Dari total 4.581 SPPG yang sempat dihentikan sementara, 3.429 SPPG telah menyelesaikan proses perbaikan.

Kini ribuan dapur MBG itu kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik.

Sementara itu, 1.152 SPPG lainnya masih menjalani proses pembenahan dan penyesuaian standar operasional.

Baca Juga: Tampil Stylish dengan Harga Bersahabat, Realme Buds T500 Pro Hadir Membawa ANC Canggih dan Audio Hi-Res di Kelas Menengah

Dadan mengungkapkan, surat peringatan (SP) diberikan kepada sejumlah SPPG karena infrastruktur yang belum memenuhi standar, belum tersedianya instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta belum dilakukannya pendaftaran sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). 

”SPPG yang telah melakukan pembenahan dan memenuhi seluruh standar akan diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi. Kami ingin memastikan kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu,” kata Dadan.

Dadan mengakui bahwa SPPG yang saat ini masih dalam proses perbaikan merupakan mitra yang telah berkontribusi besar pada tahap awal pelaksanaan program MBG.

Karena itu, pemerintah tetap memberikan ruang dan kesempatan bagi mereka untuk terus berkontribusi setelah melakukan penyesuaian terhadap standar kualitas terbaru. 

”Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional,” tutup Dadan. (*/luq)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#dihentikan sementara #penyesuaian standar operasional #program mbg #SPPG #BGN