MAKKAH, RadarMadura.id – Pelayanan haji tahun ini dinilai semakin tertata.
Mulai proses keberangkatan di embarkasi, pemeriksaan dokumen, hingga kedatangan di Arab Saudi berjalan lebih rapi sehingga jemaah tidak terlalu disibukkan urusan teknis di perjalanan.
Hal itu dirasakan jemaah haji asal Pamekasan Taufadi dalam perjalanan dari Bandara Internasional Juanda menuju Jeddah, Arab Saudi.
Menurut dia, pelayanan haji tahun ini lebih terorganisasi sehingga membuat jemaah fokus mempersiapkan ibadah dibanding menghadapi antrean panjang dan administrasi yang melelahkan saat perjalanan.
Taufadi menilai petugas cukup sigap mengarahkan jemaah sejak tiba di embarkasi.
”Kalau perjalanan dari awal sudah tertib, jemaah bisa lebih tenang. Energi dan pikiran lebih disiapkan menghadapi Armuzna,” ujarnya.
Alur pemeriksaan dokumen hingga proses menuju ruang tunggu keberangkatan berjalan lebih cepat dan tidak berbelit.
Jemaah lanjut usia (lansia) juga mendapat perhatian selama proses pelayanan.
Selain itu, pelayanan Makkah Route dinilai sangat membantu. Sebab, pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan sejak di Indonesia.
Dengan begitu, setiba di Bandara Jeddah, jemaah tidak lagi menghabiskan banyak waktu untuk antre pemeriksaan dokumen.
”Begitu turun dari pesawat, prosesnya lebih ringan. Jemaah tinggal melanjutkan perjalanan,” kata pria yang juga Ketua DPC Partai Persatuan Demokrasi Indonesia (PDIP) Pamekasan itu.
Perjalanan haji tahun ini juga terasa lebih bermakna bagi Taufadi. Sebab, dia bisa menunaikan ibadah haji bersama istri, ibu kandung, dan mertuanya.
Menurut dia, tidak mudah mewujudkan keinginan agar seluruh keluarga dapat berangkat bersama ke Tanah Suci.
Karena itu, pelayanan yang tertata membuat keluarganya lebih nyaman menjalani proses keberangkatan.
Dia berharap kualitas pelayanan haji terus ditingkatkan agar jemaah lebih fokus menjalani seluruh rangkaian ibadah, terutama saat memasuki puncak Armuzna. (afg/bil)
Editor : Amin Basiri