RadarMadura.id — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2025.
Program strategis ini menjadi salah satu langkah besar pemerintah dalam mencetak pendidik profesional yang siap membangun kualitas pendidikan Indonesia.
Pendaftaran dibuka mulai 14 Oktober hingga 6 November 2025 melalui laman resmi ppg.kemendikdasmen.go.id.
Tahun ini, pemerintah menyiapkan kuota 20.000 peserta, yang akan diseleksi secara nasional melalui sistem terpadu Ditjen GTKPG.
PPG 2025 Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Formalitas
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pelaksanaan PPG bukan hanya formalitas administrasi.
Menurutnya, PPG merupakan proses pembentukan guru berkualitas yang memiliki kepribadian dan kompetensi profesional.
“Guru tidak hanya menjadi agen pembelajaran, tetapi juga agen peradaban. Karena itu, program PPG harus dijalankan dengan akuntabilitas penuh dan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan resmi Kemendikdasmen.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional dengan memastikan setiap guru memiliki sertifikat pendidik resmi sebagai pengakuan profesionalisme.
Kuota Berdasarkan Kebutuhan Nasional
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa PPG Calon Guru 2025 disusun berdasarkan data kebutuhan guru nasional melalui Data Pokok Pendidik (Dapodik).
“Melalui program ini, pemerintah memastikan guru mendapatkan pengakuan resmi sebagai pendidik profesional yang mampu meningkatkan mutu pembelajaran dan menghadirkan pendidikan yang merata dan berkeadilan,” jelas Nunuk.
Pelaksanaan program dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang telah memperoleh izin resmi untuk menyelenggarakan program studi PPG.
Biaya Rp17 Juta Ditanggung Pemerintah
Salah satu hal yang menarik perhatian calon peserta adalah kebijakan pembiayaan.
Total biaya studi sebesar Rp17 juta per peserta sepenuhnya ditanggung pemerintah melalui skema bantuan resmi.
Peserta hanya perlu membayar biaya administrasi pendaftaran sebesar Rp200 ribu. Proses perkuliahan akan berlangsung selama dua semester, di LPTK sesuai dengan lokasi provinsi pengabdian yang dipilih.
Program ini menjadi peluang besar bagi sarjana pendidikan maupun non-pendidikan yang ingin mendapatkan sertifikat pendidik tanpa beban biaya kuliah yang tinggi.
Seleksi Ketat, Hasil Diumumkan Januari 2026
Proses seleksi akan berlangsung hingga akhir Desember 2025, dengan hasil pengumuman dijadwalkan pada Januari 2026.
Pada bulan yang sama, peserta yang lolos akan mengikuti orientasi dan memulai perkuliahan di LPTK masing-masing.
Lulusan PPG 2025 akan langsung disalurkan sesuai kebutuhan pendidikan nasional.
Penyerapan lulusan dilakukan melalui kerja sama antara Ditjen GTKPG, KemenPANRB, serta pemerintah daerah untuk formasi ASN PPPK Guru, termasuk peluang di sekolah swasta dan yayasan pendidikan.
Syarat dan Bidang Studi PPG 2025
Calon peserta PPG wajib memenuhi beberapa persyaratan, antara lain:
Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) atau disetarakan bagi lulusan luar negeri.
IPK minimal 3,00.
Usia maksimal 32 tahun per 31 Desember 2025.
Bidang studi yang dibuka tahun ini mencakup 12 bidang studi umum dan 12 bidang studi kejuruan, disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan guru nasional pada 2027 agar selaras dengan arah pembangunan pendidikan jangka menengah.
Cara Daftar PPG Calon Guru 2025
Calon peserta dapat mendaftar melalui laman resmi ppg.kemendikdasmen.go.id/ppg-calon-guru-2025 dengan mengikuti langkah berikut:
- Mengakses laman resmi dan membuat akun pendaftaran.
- Melengkapi data pribadi serta unggah dokumen pendukung seperti ijazah, transkrip nilai, dan identitas diri.
- Membayar biaya administrasi sebesar Rp200 ribu.
- Mengikuti tahap seleksi administrasi dan akademik.
Melalui program PPG Calon Guru 2025 ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mencetak guru profesional dan kompeten yang siap berkontribusi membangun generasi emas Indonesia.
Dengan biaya yang ditanggung sepenuhnya oleh negara dan peluang karier terbuka luas, program ini menjadi momentum berharga bagi lulusan muda yang ingin mengabdikan diri di dunia pendidikan. (hasan)
Editor : Hasan Bashri