Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sudirman Macet Akibat Demo Ojol di Polda Metro, Tuntut Polisi Usut Kasus Kematian Affan Secara Transparan

Fadila An Naila • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 00:04 WIB

Aksi demo di depan gedung Polda Metro tuntut pengusutan kasus tewasnya Affan Kurniawan.
Aksi demo di depan gedung Polda Metro tuntut pengusutan kasus tewasnya Affan Kurniawan.

RadarMadura.id - Aksi unjuk rasa terjadi di depan Polda Metro Jaya pada Jumat (29/8) siang. Massa yang menuntut pengusutan kasus tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob, memblokade sebagian ruas Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di kawasan pusat bisnis ibu kota tersendat.

Pantauan di lokasi menunjukkan massa membentangkan water barrier hingga menutup setengah jalur. Kendaraan dari arah Bundaran HI maupun Gatot Subroto dialihkan menuju Bundaran Senayan.

Akibatnya, akses masuk ke kawasan SCBD sementara ditutup untuk mencegah kemacetan lebih parah.

Aksi demonstrasi sempat memanas ketika rombongan massa tiba di depan markas Polda Metro Jaya.

Sejumlah kendaraan polisi menjadi sasaran amarah, bahkan ada yang mengalami kerusakan.

Situasi semakin tegang saat terjadi saling dorong dan lemparan antara massa dengan aparat kepolisian.

Namun, kondisi berangsur kondusif menjelang pukul 15.47 WIB setelah petugas berhasil meredam situasi.

Insiden ini merupakan lanjutan dari kemarahan publik atas peristiwa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, sehari sebelumnya. Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob.

Berdasarkan keterangan, kendaraan tersebut sempat menabrak korban, berhenti sejenak, lalu kembali melaju hingga melindas tubuh korban yang sudah tergeletak di jalan.

Tragedi tersebut memicu reaksi keras dari pengemudi ojek online dan warga. Massa sempat mendatangi Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat, dan melakukan aksi anarkis dengan membakar pos polisi di bawah flyover Senen.

Meski sempat memanas, kericuhan itu kini telah mereda, dan massa membubarkan diri.

Dampak aksi demo di Polda Metro Jaya terasa cukup luas bagi masyarakat ibu kota. Selain menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Sudirman, sejumlah pengendara yang hendak menuju SCBD maupun arah Senayan harus mencari jalur alternatif.

Kasus ini kini tengah menjadi sorotan publik. Kepolisian telah mengamankan tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat dalam insiden yang merenggut nyawa Affan.

Kapolri menyampaikan penyesalan mendalam kepada keluarga korban dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan.

Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan aparat yang berujung pada kematian warga sipil.

Ia menegaskan bahwa kasus ini harus diusut hingga tuntas dan para pelaku diberikan hukuman tegas.

Aksi massa di Polda Metro Jaya mencerminkan keresahan masyarakat terhadap penegakan hukum dan akuntabilitas aparat.

Publik menuntut agar tragedi ini tidak hanya berhenti pada permintaan maaf, melainkan benar-benar menghasilkan keadilan bagi korban serta keluarganya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Polda Metro Jaya berangsur normal. Kendati demikian, aparat masih melakukan penjagaan ketat untuk mengantisipasi potensi gelombang aksi susulan. (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#Demo di Polda Metro #affan #sudirman #Affan Kurniawan #jalan sudirman #demo